Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaIndustriLINGKUNGAN HIDUPNasionalOrganisasiSosialTenaga Kerja

Konsolidasi SERANKAI Perkuat Komitmen Jaga Kondusivitas KS Group dan Proyek Wankai

×

Konsolidasi SERANKAI Perkuat Komitmen Jaga Kondusivitas KS Group dan Proyek Wankai

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Team SERANKAI kembali menggelar konsolidasi internal sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas pembangunan proyek PT Wankai Trade Indonesia di kawasan industri Krakatau Steel Group, Senin (06/04/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat soliditas, serta merespons berbagai dinamika yang berkembang di tengah proses investasi industri di Kota Cilegon.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Sekretaris SERANKAI, Maman Hilman, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari penguatan internal organisasi dalam mengawal investasi sekaligus menjaga stabilitas lingkungan industri.

“Acara ini bagian dari konsolidasi dan penguatan Team SERANKAI. Tujuannya untuk menjaga Wankai, sekaligus memastikan kondusivitas di lingkungan Krakatau Steel Group tetap terjaga, serta membuka ruang bagi investor-investor lain yang akan masuk ke Kota Cilegon,” ujar Maman.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat yang tergabung dalam SERANKAI, mulai dari tokoh organisasi, pengusaha lokal, hingga perwakilan ormas.

Di antaranya Ketua Bandrong Kang Mus, mantan anggota dewan Yusmin, tokoh masyarakat H. Alawi, anggota DPRD Kota Cilegon sekaligus penasihat SERANKAI Ahmad Hafid, serta Ketua SERANKAI Suyitno Nino, termasuk pimpinan sejumlah ormas dan koordinator wilayah hingga tingkat kelurahan.

Ketua Bandrong, Kang Mus, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah masuknya investasi besar ke Kota Cilegon.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita semua bisa menjaga kondusivitas. Jangan sampai investasi yang masuk justru menimbulkan gesekan di masyarakat. Kita harus kompak, karena ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Senada, mantan anggota dewan Yusmin menilai bahwa investasi harus dikawal secara konstruktif agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Investasi ini peluang besar, tapi harus kita kawal dengan baik. Jangan hanya datang dan berjalan, tapi harus berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam hal lapangan kerja dan ekonomi lokal,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat H. Alawi mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan nilai sosial.

“Kita mendukung pembangunan, tapi tetap harus menjaga kebersamaan dan nilai-nilai sosial di masyarakat. Jangan sampai ada yang merasa tidak dilibatkan,” tuturnya.

Dari sisi kebijakan, anggota DPRD Kota Cilegon sekaligus penasihat SERANKAI, Ahmad Hafid, S.M., mengungkapkan bahwa potensi investasi di Kota Cilegon ke depan sangat besar.

“Kita melihat peluang investasi ke Cilegon ini bisa mencapai sekitar Rp25 triliun. Ini harus kita sambut dengan kesiapan, baik dari sisi masyarakat maupun pemerintah daerah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara investor, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

Ketua SERANKAI, Suyitno Nino, kembali menegaskan komitmen organisasinya untuk mengawal proyek investasi agar memberikan manfaat konkret bagi masyarakat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan proyek seperti Wankai ini benar-benar membuka lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat Cilegon, khususnya di wilayah terdampak seperti Purwakarta dan Citangkil,” tegas Nino.

Dalam forum tersebut juga mengemuka bahwa proyek PT Wankai diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun dan akan berdiri di atas lahan kurang lebih 25 hektare, dengan sebagian dialokasikan untuk ruang terbuka hijau.

SERANKAI menekankan pentingnya dampak ekonomi dari investasi tersebut, mulai dari peningkatan ekonomi daerah, pemberdayaan pengusaha lokal, hingga penguatan sektor UMKM.

Meski demikian, keterlibatan pengusaha lokal tetap diharapkan berjalan seiring dengan prinsip profesionalisme dan kualitas.

Selain itu, SERANKAI juga mendorong agar proses pembangunan yang diperkirakan berlangsung hingga tiga tahun ke depan dapat mengakomodasi tenaga kerja lokal secara maksimal.

Koordinasi hingga tingkat kelurahan pun telah disiapkan guna memastikan distribusi informasi dan peluang kerja dapat tersampaikan secara merata kepada masyarakat.

SERANKAI juga menegaskan keterbukaan bagi seluruh masyarakat Cilegon tanpa adanya sekat kelompok tertentu, baik dalam peluang kerja maupun usaha.

Melalui konsolidasi ini, SERANKAI kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas investasi sekaligus mendorong agar setiap proyek industri memberikan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Salam SERANKAI, jaga Wankai, tetap kondusif,” pungkas Maman.

(zain/red)

Example 120x600