Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita

Ironis Warga Desa Cililitan Kecamatan Picung Pandeglang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni dan Luput Dari Perhatian Pemerintah

×

Ironis Warga Desa Cililitan Kecamatan Picung Pandeglang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni dan Luput Dari Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


PANDEGLANG, JURNALKUHP.COM – Salah satu warga Desa Cililitan Jaya Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang Banten, Encup Supriadi luput dari perhatian Pemerintah pasalnya Encup Supriadi beserta Keluarganya tinggal dirumah yang tidak layak huni.

Encup Supriadi berprofesi sebagai buruh tani serabutan di Kampung tersebut menempati rumah tidak layak huni, beratap bocor disaat hujan tiba kondisi tersebut menambah penderitaannya.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Saat tim Awak media Jurnal KUHP mendatangi rumah Encup Supriadi yang beralamat di RT 03/RW 05 Desa Cililitan yang mengatakan, “saya sudah lama tinggal dirumah ini, seperti ini sampai sekarang belum ada pihak pemerintah yang melihat keadaan gubuk saya.”Jumat 07/02/2025.

Ditempat terpisah AM, seorang warga setempat mengatakan ke Awak Media, Encup Supriadi sudah lama tinggal di rumah itu namun belum ada perhatian dari pihak pemerintah setempat. “Semoga setelah ada Awak Media, pihak pemerintah ada perhatian dan secepatnya membantu memperbaiki rumah tersebut. Kasihan satu keluarga menempati rumah yang tidak layak huni.” Ucapnya.

Menurut keterangan Beberapa warga membenarkan bahwa Encup Supriadi bekerja sebagai buruh tani serabutan dan tidak mempunyai penghasilan tetap sehingga untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari sangat kesulitan. ” Benar mang Encup tidak punya pekerjaan tetap.” Ucap warga lainnya.

Dan saat awak media Jurnal KUHP mewawancarai Encup Supriadi mengatakan. “saya hanya bekerja sebagai buruh tani, Untuk makan pun sehari-hari seadanya, kadang saya makan dengan garam saking ngga punya apa-apa, rumah pun kalau musim hujan bocor, didalam rumah basah, rumah pun ya begini….mau runtuh,” Ungkapnya.

” Mau tinggal dimana lagi saya tidak punya tempat lain hanya ini satu-satunya tempat tinggal walaupun jelek rumah sendiri, ya dinikmati saja walaupun harus meratapi nasib ini, ” Sambil menghela napas.

“Untuk bantuan dari desa, alhamdulilah kalau ngga salah tidak dapat bantuan apa apa.” Sambungnya.

Encup Supriadi Sangat Mengharapkan bantuan dari Pemerintah namun sampai detik ini belum ada kunjungan dari pihak pemerintah setempat. Selain atap bocor Dapur, Serta WC butuh perbaikan. Selain itu Encup Supriadi dan keluarga sangat membutuhkan sembako untuk makan sehari hari.

Sekilas rumah milik Encup Supriadi dindingnya terbuat dari bilik yang sudah rapuh, dan lantainya dari bambu yang sudah kusam serta genteng jaman dulu sudah tua dimakan usia dengan kondisi sudah bocor juga pintu disamping ke arah dapur pun sudah rusak.

Tim awak media dalam waktu dekat akan mengkonfirmasi pihak pemerintah Desa setempat terkait kondisi rumah milik warganya yang tidak layak huni.***

Reporter: Hendri H

Editor: Ahmad Jajuli

Example 120x600