Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaSosial

Ibu dan Anak Mengemis di Depan Kantor Pemerintahan, Aktivis Soroti Kontrasnya Kondisi Sosial di Cilegon

×

Ibu dan Anak Mengemis di Depan Kantor Pemerintahan, Aktivis Soroti Kontrasnya Kondisi Sosial di Cilegon

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Aktivis sosial Kota Cilegon, Cecep Z. Falah, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi sosial yang terjadi di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Cilegon, Kamis (20/11/2025). Ia menyoroti keberadaan seorang ibu bersama anaknya yang terpaksa mengemis demi mencari nafkah di area pusat pemerintahan, sebuah fenomena yang menurutnya mencerminkan ketimpangan kesejahteraan di kota industri tersebut.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Dalam keterangan yang diterima Redaksi Jurnal KUHP, Cecep menilai ironi ini sebagai tamparan keras bagi pemerintah daerah. Ia mempertanyakan prioritas Pemkot dan DPRD yang dinilai lebih memilih melakukan kegiatan di luar daerah dibanding melihat langsung persoalan warganya.

“Miris, tepat di muka Pemkot dan DPRD Kota Cilegon seorang ibu dan anaknya mengemis untuk mencari nafkah. Mereka (DPRD Cilegon dan Pemkot Cilegon) asyik tidur di hotel dan menambah PAD kota lain,” kritik Cecep.

Ia juga menyoroti anggaran rapat yang dinilai tidak efisien karena sering dilaksanakan di hotel, bahkan hingga ke Jakarta. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak mencerminkan empati terhadap kondisi ribuan warga miskin yang masih membutuhkan perhatian serius.

“Gena masyarakat mau dipangkas, barang rapat sesumpetan sampai ke hotel Jakarta. Matak edan,” ujarnya.

Cecep menyampaikan pesan satir kepada seluruh unsur pemerintah daerah, mulai dari anggota DPRD, Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia menyebut bahwa mereka menerima “salam hangat” dari sekitar 16 ribu warga miskin Kota Cilegon, sebagai bentuk sindiran terhadap minimnya keberpihakan anggaran kepada masyarakat kecil.

“Seluruh Dewan DPRD Kota Cilegon, Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota, dan jajaran TAPD yang terhormat, dapat salam hangat dari enam belas ribu warga miskin Kota Cilegon,” ujar Cecep.

Ia menegaskan pernyataannya itu disampaikan atas nama “Rakyat Jelata”, sebagai suara kritik masyarakat yang merasa belum tersentuh oleh program-program penanggulangan kemiskinan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkot maupun DPRD Kota Cilegon belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan.

Redaksi.

Example 120x600