Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaHari Besar NasionalSosok

Hari AIDS Sedunia: Drg. Rully Kusumawardhany Tekankan Peran Keluarga, Sekolah, dan Negara dalam Proteksi Generasi Muda

×

Hari AIDS Sedunia: Drg. Rully Kusumawardhany Tekankan Peran Keluarga, Sekolah, dan Negara dalam Proteksi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Memperingati Hari AIDS Sedunia, sosok pendidik sekaligus ibu, Drg. Rully Kusumawardhany, menyampaikan pandangan komprehensif mengenai pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah peningkatan kasus AIDS, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

Menurut Drg. Rully, AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV, dan hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan sepenuhnya. Pengobatan yang tersedia hanya berfungsi mengendalikan gejala serta memperlambat perkembangan penyakit. Ia menegaskan bahwa AIDS tidak dapat dikenali dari tampilan fisik seseorang, melainkan melalui anamnesis perjalanan penyakit dan pemeriksaan laboratorium.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Sebagai seorang ibu dan pendidik, Rully menegaskan pentingnya langkah pencegahan. “Bagaimanapun, pencegahan jauh lebih baik dan sangat dianjurkan daripada menyesal ketika penyakit ini sudah diderita,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Pencegahan Dimulai dari Individu

Drg. Rully memaparkan sejumlah langkah praktis yang harus menjadi kebiasaan masyarakat, di antaranya:

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  • Setia pada pasangan sah serta tidak berganti-ganti pasangan.
  • Menghindari penggunaan jarum suntik sembarangan, dan memastikan penggunaan jarum sekali pakai di fasilitas kesehatan.
  • Tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan.
  • Berhati-hati terhadap penggunaan alat tajam yang tidak steril seperti di salon, tempat cukur, atau saat membeli perhiasan.
  • Memastikan transfusi darah dilakukan di fasilitas yang lengkap dan memenuhi standar.
  • Membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap hari.

Keluarga: Pondasi Pencegahan Utama

Rully menekankan bahwa keluarga memegang peranan paling fundamental. Dalam keluarga, menurutnya, harus ditanamkan:

  • Nilai-nilai agama dan adab.
  • Pengawasan terhadap teman pergaulan anak, aktivitas di luar sekolah, tontonan, bacaan, dan akses media sosial.
  • Ketegasan ketika melihat tanda-tanda perilaku mencurigakan.
  • Kerja sama erat dengan guru dan pihak sekolah.

Sekolah: Ruang Pendidikan yang Harus Aman

Lingkungan sekolah juga tidak boleh lengah. Ia menekankan perlunya:

  • Penanaman nilai agama, adab, dan budaya.
  • Edukasi pencegahan AIDS secara rutin.
  • Pengawasan pergaulan, bacaan, hingga perangkat elektronik siswa.
  • Pembinaan lokasi-lokasi rawan di sekitar sekolah.
  • Kolaborasi dengan keluarga dan pihak terkait seperti kelurahan, kecamatan, kepolisian, tokoh agama, hingga BNN.

Lingkungan Masyarakat: Ruang Tumbuh yang Produktif

Masyarakat juga berperan penting dalam menciptakan suasana yang aman dan sehat. Hal tersebut dapat dilakukan melalui:

  • Kegiatan keagamaan untuk pelajar dan pemuda.
  • Aktivitas positif yang mendorong kreativitas.
  • Kolaborasi antara pengurus lingkungan dan organisasi pemuda.
  • Kerja sama dengan BNN dan kepolisian untuk edukasi dan pembinaan.

Peran Negara: Payung Kebijakan yang Tegas

Drg. Rully juga menyoroti pentingnya kebijakan negara yang kuat, tegas, dan tepat sasaran. Negara perlu:

  • Membuat aturan pencegahan AIDS di lingkungan pendidikan.
  • Memberikan sanksi kepada pihak yang menyebabkan penularan.
  • Menyediakan anggaran memadai untuk edukasi dan penindakan.
  • Menertibkan tempat hiburan dan penginapan yang berpotensi menjadi titik penularan.
  • Melengkapi fasilitas konseling di sekolah serta fasilitas kesehatan dengan sarana yang sesuai standar.

Menjaga Pelajar dari Risiko

Mengakhiri pandangannya, Drg. Rully kembali menegaskan bahwa keluarga dan sekolah wajib meningkatkan pengawasan dan pencegahan terhadap pergaulan yang berisiko di kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa perlindungan generasi muda dari ancaman AIDS adalah tanggung jawab bersama.

Dengan kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara, kita bisa menjaga anak-anak kita tetap sehat dan terlindungi dari ancaman HIV/AIDS,” pungkasnya.

Redaksi.

Example 120x600