Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaHari Besar NasionalPendidikan

Hardiknas 2026, Kepala MDTA Jauharotunnaqiyyah Daliran: Pendidikan Bermutu Dimulai dari Keluarga

×

Hardiknas 2026, Kepala MDTA Jauharotunnaqiyyah Daliran: Pendidikan Bermutu Dimulai dari Keluarga

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 dimaknai sebagai refleksi penting oleh Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Jauharotunnaqiyyah Daliran untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak.

Kepala MDTA Jauharotunnaqiyyah Daliran, Mahfudoh S.Pd, menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya bertumpu pada lembaga formal, tetapi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Daliran, Senin (4/5/2026).

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Dalam rangka Hardiknas ini, kami berharap dapat mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan bermutu, yang dimulai dari tingkat keluarga,” ujarnya.

Menurut Mahfudoh, keluarga merupakan madrasah pertama bagi setiap anak. Penanaman nilai-nilai agama, akhlak, serta kedisiplinan sejak dini di lingkungan rumah akan menjadi fondasi kuat ketika anak melanjutkan pendidikan di sekolah maupun madrasah.

“Kalau keluarganya baik, insya Allah anaknya juga akan baik. Dari keluarga yang peduli pendidikan, akan lahir anak-anak berprestasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keberadaan MDTA sebagai lembaga pendidikan keagamaan dasar memiliki peran strategis dalam melengkapi pendidikan yang telah diberikan di rumah dan sekolah umum. Di MDTA Jauharotunnaqiyyah Daliran, para santri tidak hanya dibekali kemampuan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga diajarkan nilai-nilai akhlakul karimah, fiqih ibadah, hingga sejarah Islam.

“Ini menjadi bekal utama agar anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan memiliki karakter yang kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahfudoh mengajak para orang tua untuk tidak melepaskan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, guru, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang unggul.

Semangat yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui semboyan “Tut Wuri Handayani”, menurutnya harus dimaknai sebagai dorongan bersama agar anak-anak mampu berkembang secara optimal.

“Jangan lepas tangan ke madrasah atau sekolah. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Guru di madrasah, orang tua di rumah, dan masyarakat di lingkungan,” tambahnya.

Dalam rangka memperingati Hardiknas 2026, MDTA Jauharotunnaqiyyah Daliran juga menggelar kegiatan doa bersama dan tausiyah pendidikan yang melibatkan wali santri. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan visi bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan hasil dari sinergi semua pihak.

“Harapan kami, dari keluarga-keluarga yang sadar pendidikan akan lahir generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap membangun bangsa. Itulah makna pendidikan bermutu yang sesungguhnya,” tutupnya.

 

Reporter: Shinta Berlian.

Example 120x600