Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaLaporan KhususMediaNasionalPemerintahPERSSosial

Fantastis! Anggaran Nasi Kotak Satpol PP Cilegon Tembus Rp328 Juta, Hanya untuk 20 Personel

×

Fantastis! Anggaran Nasi Kotak Satpol PP Cilegon Tembus Rp328 Juta, Hanya untuk 20 Personel

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON,JURNALKUHP.COM – Anggaran makan dan minum (mamin) untuk personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, dana yang digelontorkan untuk kebutuhan konsumsi tersebut tercatat mencapai angka fantastis, yakni Rp328.753.200.

Informasi ini terungkap melalui data belanja sistem dengan kode ID 56432254, dan langsung menuai pertanyaan terkait efisiensi serta prioritas dalam penggunaan dana publik. Terlebih, anggaran sebesar itu diklaim hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 20 personel yang bertugas dalam satu pleton, khususnya pada shift kedua dari pukul 16.00 hingga 24.00 WIB.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Kepala Bidang Satpol PP Kota Cilegon, H. Ahmad Izudin, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan adanya alokasi anggaran tersebut. Ia didampingi oleh Sekretaris Dinas saat memberikan keterangan kepada awak media.

“Anggaran ini dialokasikan untuk nasi kotak setiap hari bagi petugas yang berjaga di shift sore hingga malam. Ini bagian dari kemanusiaan dan kebutuhan operasional,” ujar Izudin, Rabu (11/9/2025).

Izudin bahkan menyampaikan harapannya agar anggaran tersebut bisa ditambah di masa mendatang, meski tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

Namun, ketika diminta menjelaskan lebih lanjut mengenai harga satuan per kotak nasi, Izudin maupun Sekretaris Dinas enggan memberikan rincian. Hal ini semakin memunculkan tanda tanya publik soal transparansi penggunaan anggaran.

Ironisnya, pernyataan tersebut datang di tengah keluhan dari pihak Satpol PP terkait pemangkasan anggaran daerah dari pemerintah pusat, yang menurut mereka telah berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, termasuk berkurangnya frekuensi patroli.

Ketidakseimbangan ini menimbulkan kejanggalan. Di satu sisi, Satpol PP mengeluhkan kekurangan anggaran untuk operasional penting. Namun di sisi lain, anggaran makan minum justru membengkak hingga ratusan juta rupiah per tahun — hanya untuk 20 orang.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan inefisiensi, atau bahkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana publik. Apakah benar anggaran sebesar itu murni digunakan untuk penyediaan nasi kotak? Ataukah terdapat alokasi tersembunyi yang tidak diungkap ke publik?

Dalam situasi ini, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama untuk menjawab keresahan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Satpol PP maupun Dinas terkait belum memberikan penjelasan rinci lebih lanjut. Awak media masih terus berupaya menggali informasi lebih dalam terkait polemik ini.

REPORTER : Bagus ramadhan
EDITOR : Jurnalkuhp.com

Example 120x600