CILEGON, JURNALKUHP.COM — Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, H. Sakri Jasiman, S.Sos, memaparkan capaian kinerja instansinya sepanjang tahun 2025 saat ditemui dalam sesi wawancara di Kantor Disporapar Kota Cilegon, Selasa, (03/02/2026).
Dalam keterangannya, Sakri menjelaskan bahwa Disporapar Kota Cilegon merupakan hasil penggabungan sejumlah dinas sejak tahun 2009, yang sebelumnya berdiri terpisah antara kepemudaan, olahraga, dan pariwisata.
Saat ini, Disporapar membidangi tiga sektor utama, yakni kepemudaan, olahraga, dan pariwisata, yang seluruhnya menjadi fokus penguatan pembangunan sumber daya manusia dan pengembangan potensi daerah.
Meski diakui bahwa tahun 2025 diwarnai kebijakan efisiensi anggaran hampir di seluruh daerah, Sakri menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi komitmen Disporapar untuk tetap menjalankan program-program strategis sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang.
“Walaupun ada efisiensi, kami tetap berupaya menjalankan kegiatan secara optimal agar tujuan pembinaan dan pengembangan tetap tercapai,” ujarnya.
Bidang Kepemudaan
Di sektor kepemudaan, Disporapar Kota Cilegon berhasil mengirimkan perwakilan pemuda terbaik hingga ke tingkat nasional melalui program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP).
Proses seleksi dilakukan secara ketat mulai dari tingkat kota, dengan syarat peserta merupakan warga Kota Cilegon dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Alhamdulillah, dari hasil seleksi, dua peserta asal Cilegon lolos hingga tingkat nasional.
Salah satunya adalah Fathia yang mewakili Provinsi Banten dalam kegiatan nasional di Bali selama 10 hari dan dibiayai oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga,” jelas Sakri.
Selain itu, Disporapar juga mengikuti ajang Pemuda Pelopor dengan mekanisme serupa, yakni seleksi tingkat kota, dilanjutkan ke provinsi, hingga nasional.
Pada tahun 2025, Cilegon kembali mengirimkan perwakilan pemuda yang mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional, menunjukkan konsistensi daerah dalam melahirkan generasi muda berprestasi.
Bidang Olahraga
Di bidang olahraga, Sakri menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan masa pembinaan dan persiapan atlet, mengingat agenda besar seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) digelar dua tahun sekali dan terakhir dilaksanakan pada 2024 di Kota Tangerang.
Sementara itu, ajang olahraga tingkat provinsi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) memiliki siklus empat tahunan dan akan kembali digelar pada 2026.
“Untuk tahun 2025, kami fokus pada pembinaan atlet usia dini dan remaja sebagai bagian dari persiapan menghadapi event besar pada 2026.
Ini penting agar atlet Cilegon bisa tampil maksimal dan membawa prestasi bagi daerah,” ujarnya.
Pembinaan atlet dilakukan melalui kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon, yang membawahi berbagai cabang olahraga.
Disporapar berperan dalam mendukung sarana, program pembinaan, serta pengembangan atlet usia pelajar dengan batas usia maksimal 17 tahun, sebagai bagian dari sistem pembinaan jangka panjang.
Bidang Pariwisata
Meski tidak dipaparkan secara rinci, Sakri menegaskan bahwa sektor pariwisata tetap menjadi perhatian Disporapar Kota Cilegon.
Upaya promosi destinasi lokal dan penguatan event berbasis budaya serta potensi daerah terus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Komitmen ke Depan
Sakri menegaskan bahwa ke depan, Disporapar Kota Cilegon akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi vertikal, komunitas kepemudaan, organisasi olahraga, maupun pelaku pariwisata. Hal ini dilakukan agar program pembinaan berjalan berkelanjutan meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Harapan kami, seluruh program yang dijalankan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing, sehat, dan mencintai daerahnya,” pungkasnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























