Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaIndustriTenaga Kerja

Disnaker dan HMI FT Unival Bahas Sinergi Atasi Pengangguran di Cilegon

×

Disnaker dan HMI FT Unival Bahas Sinergi Atasi Pengangguran di Cilegon

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM
Dalam semangat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Teknik Universitas Alkhairiyah (Unival) menggelar audiensi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Kamis (09/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Disnaker ini membahas isu ketenagakerjaan serta peluang kerja bagi masyarakat Cilegon.

Audiensi dihadiri oleh Ketua Umum HMI Komisariat FT Unival Bukhari Syed Albar Harahap beserta jajaran pengurus dan anggota. Dari pihak pemerintah, hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, didampingi Sekretaris Disnaker, Kabid Tenaga Kerja Hidayatullah, serta Kasubag BLK.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Mahasiswa Sampaikan Aspirasi dan Harapan

Dalam pertemuan tersebut, HMI FT Unival menyampaikan sejumlah pandangan dan masukan terkait peningkatan kualitas serta jangkauan program pelatihan tenaga kerja di Kota Cilegon.
Menurut Bukhari, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi mengenai program pelatihan dan penempatan kerja yang difasilitasi oleh Disnaker.

“Kami melihat perlu ada penguatan sosialisasi agar masyarakat tahu apa saja program yang bisa mereka ikuti. Banyak potensi tenaga kerja muda di Cilegon yang sebenarnya siap berkembang kalau ada akses dan informasi yang tepat,” ujar Bukhari.

Ia menegaskan bahwa kehadiran HMI bukan untuk mengkritik secara negatif, melainkan memberikan masukan konstruktif agar program pemerintah lebih menyentuh masyarakat luas.

Beberapa Usulan yang Diajukan HMI

Dalam dokumen yang diterima Jurnal KUHP, HMI menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya:

  1. Meningkatkan sosialisasi program pelatihan dan layanan ketenagakerjaan secara terbuka dan menyeluruh.
  2. Melakukan pendataan tenaga kerja secara sistematis dan akurat agar program lebih tepat sasaran.
  3. Memperkuat kanal informasi melalui media sosial maupun aplikasi digital Disnaker.
  4. Menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan industri agar lulusan pelatihan mudah terserap kerja.

Selain itu, HMI juga menawarkan diri sebagai mitra kolaboratif untuk mendukung penyebaran informasi dan pelaksanaan kegiatan Disnaker.

“Kami siap ikut membantu menyebarkan informasi ke masyarakat. Tujuannya agar program Disnaker benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambah Bukhari.

Respons Disnaker: Masukan Jadi Bahan Perbaikan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Panca Nugrahestianto Widodo, menyampaikan apresiasi kepada HMI FT Unival atas kepeduliannya terhadap isu ketenagakerjaan di Cilegon.
Menurutnya, kritik dan saran dari mahasiswa merupakan bagian penting dari proses evaluasi dan pembenahan kinerja Disnaker.

“Kami berterima kasih atas masukan yang disampaikan teman-teman HMI. Ini menjadi bahan evaluasi yang baik bagi kami untuk memperbaiki sisi pelayanan dan sosialisasi,” ujar Panca.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah program sudah berjalan, seperti pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, dan penempatan kerja melalui aplikasi Siapkerja. Namun diakui, dari sisi publikasi dan jangkauan informasi masih perlu ditingkatkan.

“Kami akui, masih ada yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal sosialisasi dan kolaborasi lintas pihak. Karena itu, kami sangat terbuka jika mahasiswa dan masyarakat ingin ikut membantu menyebarkan informasi dan mendorong partisipasi publik,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Tenaga Kerja Hidayatullah memaparkan pentingnya pemetaan kebutuhan industri agar program pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Sinergi untuk Masa Depan Ketenagakerjaan

Pertemuan tersebut diakhiri dengan semangat kerja sama. Disnaker dan HMI sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi dalam upaya mengatasi persoalan ketenagakerjaan di Kota Cilegon.

“Kami tidak datang untuk menyalahkan, tapi untuk memastikan kebijakan publik berpihak pada masyarakat. Kalau pemerintah terbuka, kami siap membantu,” tutur Bukhari menutup audiensi.

Hidayatullah menambahkan, dialog seperti ini sebaiknya menjadi agenda rutin agar pemerintah dan kalangan muda dapat saling berbagi ide dan solusi.

“Kolaborasi seperti ini sangat positif. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan mahasiswa punya energi serta perspektif baru yang sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

 

Redaksi.

Example 120x600