LEBAK, JURNALKUHP. COM – Jalan hotmik yang baru selesai dibangun di Desa Kapunduhan Kecamatan Cijaku sudah nampak terlihat adanya kerusakan.
Menurut pantauan tim awak media Jurnal KUHP dilokasi ada beberapa titik kerusakan sepertinya kualitas hotmik yang tidak baik.
Padahal pembangunan jalan hotmik dibiayai dari APBD 2024 dengan anggaran hampir 1 milyar rupiah. Sangat disayangkan apabila jalan tersebut tidak bisa bertahan lama sehingga akan merugikan masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi jalur itu.

Jalan hotmix yang langsung rusak biasanya disebabkan beberapa faktor, termasuk Faktor teknis seperti kualitas bahan, bisa juga penggunaan bahan yang tidak memenuhi standar. Selain itu pengerjaan yang buruk dan Pengerjaan yang tidak sesuai prosedur.
Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUPR) Bina Marga dan PT Dafa Putra Berkarya selaku rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan jalan hotmik Gintung – Pamundayan tepatnya di desa Kapunduhan Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak dengan volume panjang jalan 1350 Meter.
Tim awak media Jurnal KUHP mengkonfirmasi Hamdan selaku Kepala Bidang Pemeliharaan dan Perawatan Jalan dan Jembatan Bina Marga Sabtu, (11/ 01 / 2025).

” Itu masih tanggung jawab rekanan, kerusakan terjadi karena faktor cuaca, curah hujan yang tinggi dan muatan yang berlebihan standar jalan desa.” Jawab Hamdan melalui pesan singkat WA.
Faktor cuaca memang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kerusakan dan saat ini curah hujan cukup tinggi. Namun kualitas hotmik yang baik dan pengerjaan yang sesuai prosedur jalan hotmik tidak akan mudah mengalami kerusakan.
Seperti diketahui jalan hotmik Gintung Pamundayan tergerus/ terkikis akibat kualitas bahan yang kurang baik ditambah cuaca dan armada yang melintasi bermuatan berat sehingga jalan diperkirakan tidak akan bertahan lama.
Reporter : Hendri Hermawan
Editor : Ahmad Jajuli























