Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaEdukasiSosialTNI & POLRI

Densus 88 AT Polri Gelar SOSBANG SANTUY di Tangerang, Program Santri Tangguh Ideologi Disambut Antusias

×

Densus 88 AT Polri Gelar SOSBANG SANTUY di Tangerang, Program Santri Tangguh Ideologi Disambut Antusias

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


TANGERANG, JURNALKUHP.COM — Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri menggelar kegiatan SOSBANG SANTUY (Santri Tangguh Ideologi) di Pondok Pesantren Malika Islamic Boarding School, Tangerang, pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 santri tingkat SMP dan SMA sebagai upaya penguatan pemahaman ideologi kebangsaan serta pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Ipda Rudiana Bachrie memaparkan materi mengenai pentingnya toleransi, moderasi beragama, serta strategi pencegahan IRET (Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme) baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas. Ia juga menyoroti tantangan ruang digital yang berpotensi menjadi media penyebaran paham ekstrem.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Menurutnya, pembekalan ideologi yang kuat bagi santri merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan sosial dan keutuhan bangsa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan santri sebagai kader garda terdepan generasi penerus bangsa yang berperan aktif dalam mengkampanyekan nilai toleransi dan pencegahan IRET,” ujar Ipda Rudiana Bachrie.

Kegiatan SOSBANG SANTUY juga menghadirkan Ustadz Umar Khairi, mantan narapidana terorisme (napiter), yang berbagi pengalaman hidup serta proses refleksi ideologisnya. Kehadirannya memberikan perspektif nyata tentang dampak paham ekstrem serta pentingnya kembali pada nilai moderasi dan kebangsaan.

Melalui dialog interaktif, para santri diajak memahami proses radikalisasi, mengenali propaganda digital, serta membangun daya kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial.

Program edukatif ini diharapkan mampu melahirkan santri yang tidak hanya kuat secara keilmuan dan spiritual, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal pemahaman ideologi yang moderat, para peserta diharapkan mampu turut mencegah penyebaran paham ekstremisme dan terorisme di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Densus 88 dalam pendekatan pencegahan berbasis edukasi, khususnya kepada generasi muda di lingkungan pendidikan keagamaan.

 

Redaksi.

Example 120x600