CILEGON, JURNALKUHP.COM – Camat Cilegon, Maman Herman, S.E., M.M., menyampaikan berbagai program sosial dan keagamaan yang telah dijalankan di wilayah Kecamatan Cilegon dalam rangka memperkuat kepercayaan masyarakat serta meningkatkan kepedulian sosial. Hal tersebut disampaikan saat temu wawancara bersama JURNAL KUHP pada 25 Februari 2026.
Dalam keterangannya, Camat Cilegon menjelaskan bahwa pihak kecamatan bersama para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DMI), lurah, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid terus berupaya menggalang kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan donasi telah dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Di antaranya adalah donasi untuk masyarakat Palestina sebesar Rp100 juta, bantuan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp31.350.000, serta bantuan bagi warga terdampak banjir di wilayah Kota Cilegon.

Menurutnya, sebagian besar dana bantuan tersebut berasal dari partisipasi masyarakat yang dihimpun melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial seperti Jumat Bersih, Jumat Keliling, Subuh Keliling, Hakmil Qur’an Keliling, serta Tahajud Bersama.
“Donasi Palestina maupun Sumatera itu berasal dari masyarakat. Kami hanya memfasilitasi dengan kegiatan keliling seperti Jumat Keliling, Subuh Keliling dan Tahajud bersama. Sedangkan bantuan banjir di sekitar Kecamatan Cilegon banyak juga berasal dari uang pribadi para pengurus,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki kepercayaan bahwa dana yang dihimpun benar-benar disalurkan secara tepat dan bermanfaat.
Selain kegiatan sosial, Kecamatan Cilegon juga memiliki program wisata religi yang telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengurus masjid dan jamaah dalam mengelola masjid secara profesional dan mandiri.
Dalam setiap kegiatan wisata religi, rombongan biasanya mengunjungi sekitar lima masjid yang dinilai memiliki manajemen baik atau memiliki keunikan tersendiri.
Salah satu masjid yang menjadi inspirasi adalah Masjid Pemuda di Jawa Timur, yang menurut Camat Cilegon memiliki ukuran relatif kecil, hanya sekitar 4 x 8 meter dan berada di pinggir jalan tanpa lahan parkir. Namun demikian, masjid tersebut mampu berkembang dan memiliki manajemen yang baik.
“Seringkali kita beralasan tidak punya lahan parkir atau lahannya sempit. Tetapi masjid pemuda ini justru bisa berkembang meskipun sederhana. Jamaah bahkan rela parkir jauh dan berjalan kaki karena ingin belajar,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat di sekitar masjid tersebut, termasuk yang sebagian besar non-muslim, turut berpartisipasi memberikan donasi pada kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh remaja masjid setiap akhir pekan.
Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh nyata penerapan nilai rahmatan lil ‘alamin, di mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melihat rencana pengembangan lahan di sekitar masjid yang akan digunakan sebagai fasilitas pendukung. Meskipun harga tanah mencapai sekitar Rp4 miliar, ia optimistis pembangunan dapat terwujud melalui semangat kebersamaan dan gotong royong jamaah.
Ia mencontohkan bahwa satu rombongan bus jamaah dari Kecamatan Cilegon saja mampu mengumpulkan dana hingga sekitar Rp4 juta, sehingga jika dilakukan secara bersama-sama maka pembangunan fasilitas masjid bukan hal yang mustahil.
Selain itu, di sekitar masjid juga terdapat fasilitas pelayanan masyarakat seperti klinik pengobatan gratis dan toilet umum bersih setara standar hotel yang dibangun menggunakan kontainer. Fasilitas tersebut menjadi bentuk pelayanan kepada jamaah dan pengunjung.
Camat Cilegon menilai keberadaan kegiatan masjid juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti usaha parkir, warung kopi, hingga pedagang buah yang ikut merasakan manfaat dari kedatangan para jamaah.
Kegiatan wisata religi terakhir sebelum Ramadan dilakukan dengan mengunjungi beberapa masjid, termasuk di wilayah Sukabumi. Rombongan juga sempat singgah di Masjid At-Ta’awun Puncak untuk melaksanakan shalat tahajud bersama hingga subuh.
Menurutnya, kegiatan ibadah bersama tersebut memberikan pengalaman spiritual yang kuat bagi para jamaah.
“Kami berangkat malam sekitar pukul 12 dan melaksanakan tahajud sampai subuh. Jamaah satu bus kuat semua. Tidak ada yang kedinginan, malah terasa hangat karena kebersamaan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan remaja masjid di Masjid Pemuda yang mampu mengelola kegiatan ekonomi melalui koperasi sehingga menghasilkan pendapatan yang bahkan melebihi Upah Minimum Regional (UMR). Penghasilan tersebut membantu para pemuda untuk membiayai pendidikan hingga kuliah.
Camat Cilegon berharap kegiatan sosial, keagamaan, dan wisata religi tersebut dapat terus dikembangkan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong kemajuan pengelolaan masjid di wilayah Kecamatan Cilegon.
“Yang penting ada kemauan dan kebersamaan. Jangan berpikir tidak ada lahan atau tidak ada dana. Rezeki Allah itu luas, tinggal bagaimana kita berusaha dan bekerja bersama,” pungkasnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























