CILEGON, JURNALKUHP.COM – Dalam rangka mendukung Program Kerja 100 Hari Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Dinas Kesehatan Kota Cilegon meluncurkan gerakan inspiratif bertajuk “Birokrat Mengajar”, yang bertujuan untuk membentuk karakter generasi sehat sejak dini. Kegiatan ini berlangsung serentak di empat sekolah dasar di Kota Cilegon: SDN 2, SDN Kubang Sepat, SDN Sumampir, dan SDN Kebon Dalem, pada hari Selasa, 22 April 2025.

Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M, kegiatan ini diisi dengan pengajaran dan penyuluhan seputar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa-siswi sekolah dasar. Para kepala bidang dan tim teknis dari Dinas Kesehatan turut serta aktif memberikan edukasi yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Dalam wawancara eksklusif dengan JURNALKUHP.COM, Drg. Ratih menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bagian dari program kerja semata, melainkan sebuah langkah strategis dalam membentuk pondasi kesehatan masyarakat jangka panjang.
“Kami ingin anak-anak di Cilegon tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga tumbuh menjadi pribadi yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri sejak dini. PHBS bukan sekadar teori, tapi harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” ungkapnya dengan antusias.

Anak-anak diajak memahami pentingnya mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan kelas dan rumah, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga. Metode penyuluhan dikemas interaktif melalui permainan, simulasi, dan kuis agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih menyenangkan.
Drg. Ratih juga menekankan bahwa edukasi kesehatan tidak boleh berhenti di sekolah saja.
“Kami berharap siswa bisa menjadi agen perubahan kecil di rumahnya masing-masing. Apa yang mereka pelajari hari ini, bisa mereka tularkan kepada keluarga dan teman-temannya. Dengan begitu, kesadaran kolektif akan PHBS bisa tumbuh dari akar rumput,” tambahnya.
Program “Birokrat Mengajar” mendapat apresiasi dari para guru dan kepala sekolah, yang berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan mencakup lebih banyak sekolah di masa mendatang.
Melalui gerakan edukatif ini, Dinas Kesehatan Kota Cilegon menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak melulu di kantor, tapi juga bisa hadir langsung ke ruang-ruang kelas, menyentuh masa depan bangsa yang sedang dibentuk hari ini.
. Redaksi Jurnal KUHP























