JAKARTA, JURNALKUHP.COM – Dunia politik kembali tercoreng oleh ulah wakil rakyat. Kali ini giliran anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Furtasan Ali Yusuf, yang bikin geger lantaran tertangkap kamera tertidur pulas saat rapat kerja bersama Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, di Gedung DPR RI, Rabu (27/8).
Pantauan media di ruang Komisi X DPR RI memperlihatkan jelas bagaimana Furtasan, yang duduk di bangku paling pojok belakang dekat pintu masuk, tertidur hampir 30 menit dengan kepala terangguk-angguk. Adegan itu sontak menjadi bahan cibiran publik, terutama warga Banten yang merasa dipermalukan oleh wakilnya di Senayan.
Ironisnya, ketika dikonfirmasi, Furtasan justru membantah dirinya tidur. Dengan santai ia berkilah, “Ha ha ha… Mohon maaf ya Mas, saya tidak tidur. Mata memang saya pejamkan, tapi telinga saya mendengar,” ujarnya sambil berdalih sudah memahami bahan rapat yang hanya beberapa lembar dengan nilai anggaran Rp1,5 triliun.
Dalih itu semakin menyulut kemarahan publik. Bagaimana mungkin seorang wakil rakyat menganggap anggaran triliunan rupiah hanya sekadar “sedikit” dan bisa dipahami meski mata terpejam di tengah rapat resmi negara?
“Ini benar-benar memalukan. Warga Banten memilihnya dengan 144 ribu lebih suara, eh malah tidur di Senayan. Kami malu punya wakil seperti ini,” kata seorang aktivis muda di Serang.
Furtasan, yang juga dikenal sebagai Rektor Universitas Bina Bangsa Banten dan pernah duduk di DPRD Banten periode 2019-2024, kini jadi sorotan tajam. Banyak pihak menilai, jika wakil rakyat sudah merasa nyaman tidur di kursi parlemen, maka rakyatlah yang sebetulnya sedang dipermainkan dan dibiarkan terlelap dalam janji-janji palsu.
Kasus ini menambah panjang daftar citra buruk DPR RI yang kerap dihiasi drama tidur, absen, hingga sekadar titip tanda tangan. Publik kini bertanya-tanya: apakah kursi parlemen hanya jadi tempat istirahat mewah yang dibiayai uang rakyat?
Red.





















