GAZA, JURNALKUHP.COM – Sebuah video berdurasi hampir tiga menit yang diunggah oleh pegiat kemanusiaan Muhammad Gaza, kembali menyita perhatian publik. Dalam video itu, Gaza menyampaikan perkembangan penting dari eskalasi konflik yang tengah memanas di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel, Minggu (15/06/2025).
Dengan latar suara tegas dan narasi emosional, Gaza mengabarkan bahwa satu rudal yang diluncurkan dari Iran diklaim jatuh tepat di kediaman Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
“Teman-teman, hari ini Ahad, 15 Juni. Baru dapat kabar, salah satu rudal dari Iran jatuh ke rumahnya Netanyahu. Mantap!” ungkap Gaza dengan nada antusias.
Ia menyebut bahwa Netanyahu dikabarkan melarikan diri ke tempat persembunyian. Gaza juga menambahkan bahwa pemerintah Iran telah mendapat dukungan logistik dari Tiongkok, yang mengirimkan pesawat keduanya ke Iran dengan muatan roket-roket bersayap.
Dalam pernyataannya, Gaza juga menyinggung pernyataan resmi dari otoritas Israel yang merilis jumlah korban akibat serangan tersebut. Disebutkan bahwa 14 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, bahkan beberapa korban dilaporkan tidak dapat dikenali karena kondisi tubuh yang hancur.
Namun, Gaza mengingatkan publik untuk tidak langsung percaya data resmi Israel.
“Mereka itu senang memanipulasi angka. Biasanya korban banyak, yang dikabarkan hanya segelintir,” ujarnya.
Ia juga menyinggung reaksi Amerika Serikat dan Rusia. Donald Trump, mantan Presiden AS, menyatakan bahwa negaranya tidak terlibat dalam konflik tersebut, tetapi mengancam akan bertindak bila Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan. Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan bahwa akar masalah semua ini adalah Israel sendiri.
“Putin bilang, memang Israel lah penyebab semua ini. Israel memaksa dunia menuju perang nuklir,” tegas Gaza.
Namun di balik kabar besar tersebut, Muhammad Gaza kembali mengajak publik untuk tidak kehilangan arah. Baginya, pusat dari semua ini tetap Gaza.
“Fokus kita tetap Gaza. Karena dalam 24 jam terakhir, jumlah korban sipil di Gaza jauh melebihi yang di Israel atau Iran. All eyes on Gaza!” serunya.
Ia menyerukan agar semua pihak tidak teralihkan oleh drama geopolitik dan tetap menyalurkan perhatian, empati, dan doa untuk rakyat Palestina.
Dalam penutup pesannya, Muhammad Gaza menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat, terutama umat Muslim di Indonesia.
“Mari kita bantu perjuangan rakyat Gaza dengan apa yang kita bisa. Doakan mereka. Bantu dengan donasi, dengan menyebarkan informasi yang benar, dengan edukasi ke anak-anak kita. Jangan tinggal diam!”
Ia juga mengajak untuk mendukung film Gaza, Haya 3 yang sedang tayang di bioskop nasional. Film ini menurutnya adalah bentuk perlawanan budaya yang sangat penting.
“Mumpung masih tayang di bioskop, ajak keluarga, sahabat, kerabat untuk nonton *Gaza, Haya 3*. Ini film perjuangan, film nilai. Lawan film-film yang merusak generasi dengan karya yang membangkitkan semangat agama dan kemanusiaan.”
JURNAL KUHP mengajak seluruh pembaca untuk tetap peka terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Keadilan bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tapi tentang siapa
yang tetap peduli di saat dunia memilih diam.
Redaksi Jurnal KUHP.























