Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaLaporan WargaLimbah Produksi

Warga Cilegon Soroti Ketimpangan Sosial dan Bahaya Flaring Lotte Chemical: “Jangan Bungkam Logika Kami dengan Api di Langit”

×

Warga Cilegon Soroti Ketimpangan Sosial dan Bahaya Flaring Lotte Chemical: “Jangan Bungkam Logika Kami dengan Api di Langit”

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Kegiatan flaring atau pembakaran gas yang dilakukan oleh Lotte Chemical Indonesia kembali menuai sorotan tajam dari warga Cilegon. Ali Fahmi, salah satu warga yang vokal terhadap isu lingkungan, menyampaikan kritik keras terhadap praktik industri kimia yang dinilainya menciptakan kegaduhan visual dan mengabaikan dimensi keadilan sosial dan kesehatan masyarakat di Grup WhatsApp Informasi Warga Peduli Pembangunan Kota Cilegon, Kamis (29/05/2025).

Dalam pantauan redaksi *Jurnal KUHP*, Ali Fahmi menyuarakan keresahannya atas apa yang ia sebut sebagai “logika flaring yang menindas”, di mana aktivitas industri yang seharusnya dikelola dengan transparan justru seakan menjadi simbol arogansi teknologi terhadap warga di sekitarnya.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Flaring memang bagian dari prosedur industri, tapi jangan jadikan ini alasan membungkam logika rakyat. Api besar di langit malam kami bukan cuma tanda teknis, itu simbol ketimpangan: pabriknya megah, lingkungannya megap-megap,” tegas Ali Fahmi.

Menurut Fahmi, flaring memiliki potensi bahaya yang tidak bisa dianggap sepele, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri. Ia merinci dampak-dampak tersebut secara lugas:

1. Pencemaran Udara
Flaring menghasilkan emisi gas berbahaya seperti karbon dioksida (CO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan nitrogen oksida (NOx) yang mencemari udara. Polutan ini berkontribusi pada iritasi saluran pernapasan, penyakit kronis, serta memperparah krisis iklim global melalui efek rumah kaca.

2. Gangguan Kesehatan
Paparan gas seperti benzena, karbon monoksida (CO), dan partikel halus berisiko memicu gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, hingga kelelahan akibat paparan panas ekstrem. “Kami tidak butuh teori industri, kami butuh udara yang layak,” kata Fahmi.

3. Dampak Lingkungan
Selain suara gemuruh dan cahaya menyilaukan yang mengganggu waktu istirahat warga, flaring juga dapat menghasilkan hujan asam yang merusak vegetasi, tanah, dan sumber air. Ali Fahmi menyoroti bahwa gas yang dibakar justru bisa dimanfaatkan lebih baik jika ada niat industri untuk berinovasi.

“Bayangkan, di saat warga resah mencari nafkah dan hidup bersih, industri malah buang gas bernilai ekonomis ke udara. Di mana keberpihakan lingkungan dalam kebijakan industri kita?” tanya Fahmi retoris.

Meski flaring umumnya dilakukan sebagai bagian dari proses start-up atau pemeliharaan pabrik, warga mempertanyakan transparansi dan partisipasi publik dalam setiap aktivitas yang berdampak langsung terhadap mereka. Fahmi mengungkapkan bahwa selama ini, informasi dari perusahaan minim dan lebih bersifat teknokratis, tanpa edukasi yang dapat dipahami oleh masyarakat awam.

“Apakah semua warga tahu gas apa yang dibakar? Apakah semua sadar dampaknya? Jangan-jangan kita dibiasakan hidup berdampingan dengan risiko, tanpa sadar menjadi korban perlahan,” tegasnya.

Fahmi juga meminta agar Pemerintah Kota Cilegon dan otoritas lingkungan di Provinsi Banten melakukan audit terbuka terhadap seluruh aktivitas flaring Lotte Chemical Indonesia dan memastikan bahwa laporan lingkungan yang dibuat benar-benar mencerminkan kenyataan di lapangan.


Di akhir pernyataannya, Ali Fahmi menegaskan bahwa perjuangan warga bukan semata-mata soal polusi, melainkan soal keadilan ekologis.

“Flaring itu bukan sekadar api di cerobong, tapi simbol apakah negara berpihak pada warga atau pada modal. Kami tidak anti-industri, kami hanya menuntut logika yang adil dan masa depan yang sehat.”

Redaksi *Jurnal KUHP* akan terus memantau perkembangan situasi di sekitar kawasan industri kimia di Cilegon, termasuk menagih komitmen transparansi dari pihak Lotte Chemical Indonesia, serta respons pemerintah terhadap kritik warga seperti yang disampaikan oleh Ali Fahmi.

 

Editor: Redaksi Jurnal KUHP
Kontak: redaksi@jurnalkuhp.com
Instagram: @jurnalkuhp
#FlaringCilegon #AliFahmi #LotteChemical #KeadilanLingkungan #JurnalKUHP

Example 120x600