CILEGON, JURNALKUHP.COM – Seiring dengan riuhnya berbagai proyek pembangunan yang tengah berlangsung di Kota Cilegon, warga melalui berbagai media tidak ketinggalan untuk memberikan kritik dan refleksi. Salah satunya adalah unggahan cerpen karya Mang IL yang kini menjadi sorotan publik. Cerpen berjudul “Perahu Retak” tersebut menyuarakan keprihatinan terhadap ketimpangan yang muncul di tengah-tengah pesatnya pembangunan, Rabu, 14 Mei 2025 sekitar pukul 00:51 WIB dini hari.
Melalui kata-kata puitis yang penuh makna, Mang IL menggambarkan perjalanan “perahu negeri” yang seolah membawa rakyat menuju kesejahteraan. Namun, seiring perjalanan, perahu itu mulai retak, simbol dari ketimpangan sosial dan ekonomi yang semakin terlihat jelas.
Dalam cerpen tersebut, Mang IL mengkritik keras sikap yang mempertahankan yang salah, sementara yang benar malah disingkirkan. “Yang salah dipertahankan, yang benar disingkirkan,” ungkapnya dengan nada yang mengajak untuk merenung lebih dalam. Ia juga menyoroti fenomena keserakahan yang semakin diagungkan di tengah kesulitan yang dihadapi sebagian besar masyarakat.
“Satu kenyang, seribu kelaparan,” menjadi sindiran tajam dalam cerpen ini. Pesan yang ingin disampaikan jelas: jangan biarkan ketimpangan menggerogoti tanah air yang seharusnya menjadi tempat bagi seluruh rakyat untuk hidup sejahtera.
Mang IL dalam ungkapannya juga menekankan pentingnya rasa keadilan, khususnya terkait dengan pemanfaatan sumber daya alam yang harus dibagi dengan adil. “Tanah pertiwi anugerah Ilahi, jangan ambil sendiri,” tulisnya, seraya mengingatkan bahwa alam dan kekayaan negeri adalah hak bersama, bukan milik segelintir orang.
Kritik ini menjadi salah satu suara penting dari masyarakat yang peduli dengan pembangunan Kota Cilegon yang lebih berkeadilan. Meski pembangunan tak bisa dihentikan, suara-suara kritis seperti ini menjadi pengingat agar setiap langkah pembangunan tetap memperhatikan kesejahteraan rakyat, bukan hanya segelintir orang.
Dengan karya ini, Mang IL berhasil menyuarakan keresahan yang ada di masyarakat melalui puisi yang menggugah. Pesannya sangat jelas: pembangunan bukan hanya soal beton dan proyek, tapi soal bagaimana rakyat bisa merasakan manfaatnya secara merata.
Lampiran Asli:
Perahu Retak
Untuk Cilegon yang sedang ribut proyek 😄🫣🤤
🕷️🦀🎤🎼
Perahu negeriku perahu bangsaku
Menyusuri gelombang
Semangat rakyatku kibar benderaku
Menyeruak lautan
Langit membentang cakrawala di depan
Melambaikan tantangan
Di atas tanahku dari dalam airku
Tumbuh kebahagiaan
Di sawah kampungku di jalan kotaku
Terbit kesejahteraan
Tapi ku heran di tengah perjalanan
Muncullah ketimpangan
Aku heran aku heran
Yang salah dipertahankan
Aku heran aku heran
Yang benar disingkirkan
Perahu negeriku perahu bangsaku
Jangan retak dindingmu
Semangat rakyatku derap kaki tekadmu
Jangan terantuk batu
Tanah pertiwi anugerah Ilahi
Jangan ambil sendiri
Tanah pertiwi anugerah Ilahi
Jangan makan sendiri
Aku heran aku heran
Satu kenyang seribu kelaparan
Aku heran aku heran
Keserakahan diagungkan
Aku heran aku heran
Yang salah dipertahankan
Aku heran aku heran
Yang benar disingkirkan.
(Redaksi Jurnal KUHP).





















