Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaKriminalLaporan KhususMediaNasionalPemerintahPERSTemuan Kasus

Dugaan salah tangkap oleh polsek cibeber yang di duga intervensi anggota dewan

×

Dugaan salah tangkap oleh polsek cibeber yang di duga intervensi anggota dewan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON , JURNALKUHP – Peristiwa tidak menyenangkan dialami oleh beberapa pemuda yang sedang menjadi juru parkir kendaraan di depan sebuah toko di kawasan Perumnas, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Insiden pada (16/03/25) ini bermula dari tuduhan pencurian terhadap mereka, terkait hilangnya satu unit kamera dan beberapa invoice senilai ratusan juta rupiah milik toko pakaian DNA Galeri yang berlokasi di Jalan Perumnas, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Akibat tuduhan tersebut, tiga pemuda yang berada di lokasi parkir, berinisial RF (27 tahun), AB (23 tahun), dan RA (22 tahun) sempat diamankan oleh anggota kepolisian Polsek Cibeber ke dalam mobil patroli , di bawa putar putar.

Kuasa hukum dari para pemuda tersebut, Panri Situmorang, S.H., dari Kantor Hukum Fraternity Law Firm, memberikan keterangan bahwa insiden ini berawal saat ketiga pemuda hanya sedang menjadi juru parkir kendaraan di depan toko pakaian DNA Galeri , Pada waktu hari (minggu) pemilik toko menerima laporan dari salah satu karyawan nya mengenai hilangnya sebuah kamera dan invoice bernilai ratusan juta rupiah. Kaget atas informasi tersebut, pemilik toko segera menghubungi kekasihnya, yang diketahui adalah salah satu anggota DPRD Kota Cilegon.

Anggota dewan tersebut kemudian secara langsung membuat laporan melalui sambungan telepon kepada pihak kepolisian dengan dugaan telah terjadi tindak pencurian di toko tersebut.

Menyikapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Cibeber segera bertindak dan mengamankan beberapa pemuda yang berada di lokasi , Namun, beberapa jam setelah kejadian, barang-barang yang sebelumnya dilaporkan hilang ternyata ditemukan kembali di dalam area toko DNA Galeri.

Panri Situmorang menyayangkan kejadian ini.Ia menyebut, para pemuda yang sedang jadi juru parkir mengalami trauma karena telah dituduh mencuri, padahal barang yang dikabarkan hilang ternyata tidak benar-benar hilang. “Kenapa tidak dilakukan pengecekan terlebih dahulu” , ujar nya.Kalau memang barang belum ditemukan, barulah membuat laporan.Ini sangat merugikan dan merupakan bentuk kesewenang-wenangan dari pemilik toko,” ujarnya.

Lebih lanjut, Panri juga mengecam tindakan tergesa-gesa dari pihak kepolisian. “Kami sangat menyayangkan tindakan dari Polsek Cibeber. Kalau belum ada bukti yang kuat, kenapa harus bertindak gegabah , Ini sangat tidak profesional” ,ujarnya dengan nada tegas.

Saat ditemui di depan Kantor DPRD Kota Cilegon, Panri menyatakan bahwa pihaknya akan terus menempuh langkah hukum yang berlaku untuk mencari keadilan bagi para pemuda yang menjadi korban tuduhan salah ini.

“Jelas-jelas masyarakat kecil telah dirugikan , Jangan karena ada jabatan atau pangkat seseorang bisa bertindak semena-mena,” tegas Panri, sambil menyebut keterlibatan salah satu oknum anggota DPRD Kota Cilegon dalam kasus ini.

Hingga berita ini diterbitkan, jurnal kuhp masih terus mencari informasi dan klarifikasi lebih lanjut terkait peristiwa ini.

reporter : Bagus ramadhan
redaksi : Jurnal kuhp kota cilegon

Example 120x600