Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaSosialSosok

Hari Kartini 2025: Semangat Perempuan, Pilar Kesehatan dan Kemajuan Daerah

×

Hari Kartini 2025: Semangat Perempuan, Pilar Kesehatan dan Kemajuan Daerah

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum istimewa bagi seluruh perempuan Indonesia untuk kembali merefleksikan nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini. Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan zaman, semangat Kartini terus hidup dalam diri perempuan masa kini yang tangguh, cerdas, dan berdedikasi—termasuk mereka yang mengabdi dalam pelayanan kesehatan dan pemerintahan daerah.

Dalam wawancara eksklusif dengan redaksi JURNALKUHP.COM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M., menyampaikan pesan mendalam tentang makna Hari Kartini dan peran vital perempuan dalam membangun kesehatan masyarakat.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Habis gelap, terbitlah terang. Kalimat itu bukan hanya puisi, tapi kompas arah perjuangan. Perempuan hari ini adalah cahaya yang hadir di berbagai lini, termasuk di dunia kesehatan. Mereka menjadi nadi pelayanan, penggerak edukasi, dan garda terdepan dalam mendampingi masyarakat menuju hidup yang lebih sehat dan sejahtera,” ungkap drg. Ratih.

Sebagai pemimpin perempuan di sektor kesehatan daerah, drg. Ratih menegaskan pentingnya menciptakan ruang yang inklusif dan memberdayakan bagi perempuan untuk terus berkembang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh seberapa besar kontribusi dan potensi perempuan dihargai serta diberi tempat.

“Di Dinas Kesehatan Kota Cilegon, kami mendorong kepemimpinan perempuan yang progresif. Banyak program kesehatan yang digerakkan oleh tenaga kesehatan perempuan—dari bidan, perawat, hingga penyuluh. Mereka tidak hanya profesional, tapi juga menghadirkan sentuhan empati yang luar biasa dalam melayani,” tambahnya.

Dalam suasana peringatan Hari Kartini, drg. Ratih juga mengajak seluruh perempuan untuk tidak takut melangkah, tidak ragu bermimpi, dan tidak berhenti belajar.

“Kita sudah melewati banyak tantangan, mulai dari pandemi hingga persoalan sosial. Tapi perempuan Indonesia, khususnya di Cilegon, selalu membuktikan ketangguhan dan semangat kolaboratif. Mari terus lanjutkan perjuangan Kartini, dengan menciptakan perubahan positif di lingkungan masing-masing, sekecil apa pun itu,” pesannya.

Di akhir wawancara, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan hebat di Cilegon dan Indonesia:

“Terima kasih atas dedikasi, keberanian, dan inspirasi yang terus kalian berikan. Perempuan hebat, daerah kuat, Indonesia maju.”

Semangat Kartini kini tak hanya terpancar dalam buku sejarah, namun juga dalam langkah nyata perempuan Indonesia masa kini yang berkarya, berdaya, dan membawa terang.

 

.Redaksi Jurnal KUHP

Example 120x600