LEBAK, JURNAL KUHP. COM– Anah, seorang lansia berusia 50 tahun, telah mengalami kebutaan sejak usia dua tahun. Hidupnya yang penuh keterbatasan semakin berat karena ia juga yatim piatu sejak kecil. Saat ini, ia tinggal seorang diri di Kampung Parage Sabrang, Desa Parage, Kecamatan Cikulur, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Anah bertahan hidup di sebuah rumah sederhana yang lebih layak disebut gubuk. Tempat tinggalnya hanya berdinding bilik bambu yang sudah lapuk dan rusak hampir di seluruh bagian. Atap rumahnya pun sudah banyak yang bocor, sehingga saat hujan turun, ia harus merasakan dinginnya air yang masuk ke dalam rumahnya. Di musim angin kencang, gubuk itu bergetar dan semakin memperparah kondisi tempat tinggalnya.

Yang lebih memilukan, Anah tidak memiliki tempat tidur yang layak. Setiap hari ia hanya beristirahat di atas bilahan bambu tanpa kasur atau tikar. Saat malam tiba dan cuaca dingin, ia harus menahan rasa dingin tanpa perlindungan yang memadai. Keterbatasannya membuatnya tidak mampu bekerja, sehingga ia hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar untuk bertahan hidup.
Meski hidup dalam serba kekurangan, Anah tetap berusaha tegar dan tersenyum. Sikapnya yang tabah menghadapi hidup menjadi inspirasi bagi banyak orang. Namun, kondisi yang dialaminya membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak agar ia bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak serta kebutuhan pokok yang cukup.
Masyarakat sekitar berharap ada pihak yang bersedia membantu Anah agar ia bisa menjalani hidup dengan lebih baik dan nyaman. Bantuan dari pemerintah, dermawan, maupun organisasi sosial sangat diharapkan agar Anah dapat merasakan kehidupan yang lebih manusiawi di usia senjanya.
Reporter Hendri H
Editor : Ahmad Jajuli























