CILEGON, JURNALKUHP.COM — Kasus arogansi Ketua RT kembali mencuat di Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil. Kali ini, Ade, warga RT 04/09, menjadi korban sikap semena-mena saat mengurus surat pengajuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Insiden bermula saat Ade menerima panggilan RT pada Rabu (21/2/2025) untuk mengambil surat permohonan DTKS. namun ia mendapati nama anaknya yang telah meninggal dunia tidak tercantum dalam pengajuan tersebut.
dikarenakan RT tidak ada di tempat , kemudian ia mengkonfirmasi RT melalui telpon terkait anak nya yang almarhum tidak tercantum. Bukannya mendapat penjelasan, Ade justru menerima respons keras dari RT yang mempertanyakan alasan dirinya ketika pada waktu ke kelurahan kemaren tidak melakukan konfirmasi ke RT dan sekaligus menanyakan kenapa sampai ada berita tentang kelurahan.
“Saya hanya ingin memastikan data lengkap, tapi malah disalahkan. Padahal saya ke kelurahan tanpa niat memotong jalur komunikasi dengan RT , dikarenakan surat yang di urus tidak perlu ke RT dan tidak sengaja bertemu lurah , jadi saya sekaligus konfirmasi ke lurah terkait data DTKS anak saya” ujar Ade kepada tim JURNALKUHP.
Ironisnya, RT 04/09 tetap bersikeras menolak menandatangani berkas DTKS Ade, bahkan mengakhiri pembicaraan telepon secara sepihak.
Kondisi ini menuai sorotan warga sekitar yang mengaku sudah lama merasa tidak nyaman dengan sikap arogan sang RT. “Sudah banyak warga yang mengeluhkan cara dia memperlakukan masyarakat. Harusnya RT bisa jadi pengayom, bukan malah mempersulit,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi laporan ini, Camat Citangkil menyatakan akan segera menelusuri masalah tersebut. “Kami akan tabayun ke kelurahan untuk mencari akar permasalahan dan mengevaluasi komunikasi antar perangkat wilayah. Kasus ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, RT 04/09 belum dapat dimintai keterangan karena dikabarkan sedang berada di luar kota.
(Redaksi JURNALKUHP).





















