LEBAK, JURNALKUHP.COM – Penerimaan bantuan program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar (SD) Negeri Lurhurjaya menuai masalah. Pasalnya, uang yang diterima siswa diduga dipotong sebesar Rp. 50.000 per siswa oleh guru sekolah.
Hal ini diungkapkan orang tua murid yang enggan disebutkan namanya membenarkan dugaan pemotongan bantuan PIP di SDN 2 Luhurjaya saat dikonfirmasi awak media di rumahnya di Desa Luhurjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak pada Selasa, (18/2/2025) .
“Bantuan PIP semuanya dapat 450 ribu, dipotong 50 ribu per siswa oleh pihak guru dengan alasan jasa mengurus pencairan ke bank BRI,” ujar salah satu orang tua siswa.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa buku rekening Program Indonesia Pintar yang seharusnya dipegang oleh siswa, tetapi disimpan oleh pihak sekolah dengan alasan takut hilang.
“Awalnya rekening tabungan PIP anak saya gak mau dikasihkan ke guru, berhubung mendengar ada ucapan gak papa jika pada cair sama kami (guru) gak bakalan diurus-urus. Terus kalau ada apa-apa guru gak mau tanggung jawab, orang tua siswa merasa takut dan tidak pada ngerti terus di kumpulkan lagi (buku tabungan PIP ke guru) guru,” lanjutnya menceritakan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Kepala Sekolah SDN 2 Luhurjaya, Mia mengatakan pihaknya tidak merasa meminta buku rekening PIP ke orang tua siswa agar disimpan di sekolah, akan tetapi kata Kepala Sekolah, orang tua siswa yang menitipkan buku rekening PIP tersebut di sekolah dikhawatirkan takut hilang.
“Dititipkan (buku rekening PIP), karena mereka (orang tua siswa) khawatir katanya kalo ditaro di sekolah aman. pernah ada kejadian, kejadiannya ketika dapat lagi tenyata kartunya hilang,” kata Kepsek SDN 2 Luhurjaya, Mia. Rabu (19/2/2025).
“PIP aspirasi dari Dewan ada 32 buku tabungan PIP yang disimpan di sekolah. Tidak ada potongan, 40 ribu itu pun buat aktivasi rekening dan ATM nya,” ujar Bendahara SDN 2 Luhurjaya, Ucu.
Reporter : Anang ST, Odih Kodari. Ahmad Jajuli (Redaksi Kab Lebak)























