Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaPemerintahPertanian

Lahan KWT di Kelurahan Kedaleman Terbengkalai, Program Tidak Terlaksana dengan Baik

×

Lahan KWT di Kelurahan Kedaleman Terbengkalai, Program Tidak Terlaksana dengan Baik

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Lahan yang sebelumnya direncanakan untuk kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Kedaleman kini terlihat terbengkalai. Berdasarkan pantauan wartawan JURNAL KUHP pada Selasa (7/1/2025), lahan tersebut yang dahulu hijau dan terawat kini dipenuhi oleh rumput liar dan tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas pertanian seperti yang diharapkan.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi lahan tersebut. “Dulu tempat ini rapi, entah kenapa sekarang jadi begini,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan masyarakat sekitar terhadap lahan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas positif bagi komunitas, khususnya kaum perempuan yang tergabung dalam program KWT.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Ketika dimintai keterangan terkait hal ini, Lurah Kedaleman, Faisal Tanjung, menyatakan bahwa lahan tersebut sebenarnya belum digunakan untuk kegiatan KWT karena kelompok tersebut belum terbentuk. “Itu bukan KWT, belum terbentuk,” katanya saat ditemui oleh wartawan. Penjelasan ini memberikan gambaran bahwa program yang direncanakan belum terealisasi sesuai jadwal.

Sementara itu, upaya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dari Sekretaris Kelurahan (Seklur) tidak membuahkan hasil. Menurut informasi, Seklur sedang berada di luar untuk menghadiri kegiatan lain, meskipun ia disebutkan lebih mengetahui detail tentang kondisi dan status lahan tersebut.

Lahan yang terbengkalai ini mencerminkan kegagalan pelaksanaan program KWT di Kelurahan Kedaleman. Seharusnya, lahan ini dirawat dan dikelola untuk mendukung kegiatan pertanian komunitas yang produktif. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya, dengan area yang penuh rumput liar dan tidak terurus.

Program KWT, yang bertujuan memberdayakan perempuan melalui kegiatan pertanian, seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, kegagalan pembentukan kelompok dan pengelolaan lahan menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi oleh pihak terkait.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program oleh pihak kelurahan. Diperlukan perhatian lebih untuk memastikan bahwa program-program serupa dapat terlaksana dengan baik demi manfaat masyarakat setempat.

Reporter: Fauzi
Editor: Redaksi

Example 120x600