LEBAK, jurnalkuhp.com — Festival Murak Kadu 2026 yang digelar di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, tidak hanya menghadirkan pesta makan durian. Kegiatan tersebut juga diisi dengan bursa bibit serta edukasi mengenai budidaya tanaman durian./30/9/2026)
Ribuan bibit durian dari berbagai varietas, baik unggulan nasional maupun internasional, turut dipamerkan. Di antaranya Musang King, Black Thorn, Bawor, Monthong, serta sejumlah varietas lokal yang dikenal masyarakat.
Selain pameran bibit, pengunjung juga dapat mengikuti sesi berbagi pengetahuan mengenai teknik penanaman, perawatan, dan pengembangan tanaman durian.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap Festival Murak Kadu 2026 dapat menjadi sarana memperkenalkan komoditas durian lokal secara lebih luas. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para petani durian lokal.
Namun, di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, muncul sejumlah kritik dari masyarakat dan aktivis yang menyoroti pengalaman pengunjung serta keterlibatan masyarakat lokal.
Salah satunya disampaikan penggiat media sosial sekaligus Ketua BANTEN BERSATU (BATU), Adeng, yang dikenal dengan sapaan Abah Bewok.
Adeng menyayangkan apabila masyarakat yang datang dari berbagai wilayah ke Alun-Alun Rangkasbitung dengan harapan dapat menikmati durian khas Lebak justru merasa belum mendapatkan pengalaman sebagaimana yang mereka bayangkan dari konsep Festival Murak Kadu.
“Jangan sampai masyarakat datang berbondong-bondong karena berharap bisa menikmati durian lokal khas Lebak, tetapi yang didapat tidak sesuai dengan harapan,” ujar Adeng.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat perlu diimbangi dengan ketersediaan produk durian yang memadai, khususnya durian lokal Lebak. Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga benar-benar memberikan pengalaman kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk petani lokal.
Kritik serupa juga menjadi perhatian bagi sejumlah pelaku usaha dan pedagang yang berharap kegiatan festival dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Festival Murak Kadu pada dasarnya memiliki potensi menjadi ruang promosi bagi petani durian, pelaku UMKM, pedagang, serta sektor pariwisata Kabupaten Lebak.
Karena itu, berbagai masukan dari masyarakat dinilai penting sebagai bahan evaluasi. Penyelenggaraan festival ke depan diharapkan tidak hanya menampilkan berbagai varietas durian dan bibit, tetapi juga memastikan keterlibatan serta manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Lebak.
Pemerintah Kabupaten Lebak diharapkan dapat menampung masukan dari masyarakat, aktivis, petani, dan pedagang untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Festival Murak Kadu 2026.
Dengan evaluasi tersebut, festival serupa diharapkan dapat semakin memperkuat promosi durian lokal Lebak sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha daerah.
(Hen







































