CILEGON, JURNAL KUHP – Ribuan masyarakat Kota Cilegon, Provinsi Banten, memadati area Danau Komplek Kantor Pemerintah Kota Cilegon, Sabtu (2/5/2026), dalam kegiatan “Mancing Juare” yang digelar Forum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Kota Cilegon (FORP3KC). Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 08.45 WIB hingga 09.30 WIB dan menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon serta Hari Buruh Internasional (May Day).


Sejak pagi, kawasan danau yang berada di samping Gedung Diskominfo Cilegon itu telah dipadati peserta. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan estimasi ribuan peserta dari berbagai kalangan memenuhi area lomba memancing tersebut.
Acara ini turut dihadiri sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Cilegon Robinsar, Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga, jajaran Polres Cilegon seperti Kabagops AKP Khoirul Anam dan Kasi Propam AKP Herry Susanto, Ketua PGRI Kota Cilegon Bahrudin, Anggota DPRD Cilegon Ayatullah Khomeini, serta sejumlah kepala dinas seperti Kadisnaker Eva Widianti.


Kegiatan juga melibatkan unsur penyelenggara dari Forum P3KC serta berbagai komunitas pemancing yang ikut ambil bagian dalam lomba tersebut.
Wali Kota Cilegon Robinsar yang hadir langsung meninjau jalannya kegiatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya “Mancing Juare” yang dinilai mampu menghadirkan ruang kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Forum P3KC yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik. Juga kepada seluruh masyarakat Kota Cilegon yang telah berpartisipasi dengan penuh antusiasme. Ini adalah bentuk kebersamaan yang patut kita jaga,” ujar Robinsar.
Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial warga.
“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah kebahagiaan warga yang bisa menyalurkan hobi memancing, sekaligus menikmati hadiah doorprize yang telah disediakan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga menilai kegiatan mancing bersama ini sebagai wadah positif untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat lintas komunitas.
Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya terbatas pada komunitas pemancing, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang lebih luas.
“Puji syukur kegiatan mancing mania dapat terlaksana. Ini menjadi sarana mempererat ikatan, tidak hanya komunitas mancing saja, tetapi juga komunitas lain untuk bersatu membangun dan menjaga Kota Cilegon,” ujarnya.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menginisiasi kegiatan dalam rangkaian HUT Kota Cilegon dan peringatan May Day.
“Ini hanyalah lomba, pasti ada yang menang dan kalah. Selamat melaksanakan kegiatan. Kami Forkopimda mendukung setiap kegiatan positif demi kebersamaan masyarakat Kota Cilegon,” tegasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Solahudin mengungkapkan bahwa animo masyarakat jauh melebihi perkiraan awal panitia. Pendaftaran peserta dilakukan melalui sistem online dan offline.
“Peserta yang hadir sangat membludak hingga melebihi kapasitas danau yang kami siapkan. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berpartisipasi sangat tinggi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sekitar satu ton ikan telah ditebar untuk mendukung jalannya lomba. Namun, tingginya jumlah peserta membuat suasana perlombaan berlangsung sangat padat di sekitar area danau.
“Semoga para peserta bisa mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya dan menjadi juara,” katanya.
Solahudin juga menambahkan bahwa total peserta mencapai sekitar 2.000 orang, terdiri dari 1.000 pendaftar online dan 1.000 peserta pendaftaran manual.
“Kegiatan ini masih dalam rangkaian HUT Kota Cilegon dan Hari Buruh Internasional. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” pungkasnya.
Kegiatan “Mancing Juare” FORP3KC ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang rekreasi publik yang mempertemukan masyarakat, aparatur pemerintah, dan unsur Forkopimda dalam satu wadah kebersamaan.
Di tengah padatnya aktivitas kota industri, kegiatan ini dinilai menjadi salah satu ruang sosial yang memperkuat hubungan antarwarga sekaligus memperingati momentum penting daerah dan nasional secara lebih humanis.
Reporter: Ade Maftuhi.























