CILEGON, JURNAL KUHP – Kelurahan Kubangsari kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam Lomba Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat kota.

Tim penilai telah melaksanakan monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kelompok Kerja (Pokja) 1 hingga Pokja 4. Berdasarkan hasil penilaian sementara, dewan juri memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kesiapan para kader PKK Kelurahan Kubangsari, Rabu (29/04/2026).
Secara umum, baik dari sisi administrasi maupun implementasi program di lapangan, seluruh kegiatan dinilai berjalan optimal, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini mencerminkan sinergi yang kuat antara kader, pengurus, serta masyarakat dalam menjalankan berbagai program PKK.
Ketua tim penilai yang juga Kepala Puskesmas, dr. Arif Dharma Hartana, menyampaikan bahwa kinerja PKK Kelurahan Kubangsari sudah sangat baik dan berjalan sesuai koridor.
Meski demikian, pihaknya tetap memberikan sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan.
“Secara keseluruhan sudah sangat bagus, baik administrasi maupun implementasi program di lapangan. Hanya ada sedikit catatan perbaikan agar hasil yang dicapai bisa lebih maksimal,” ungkapnya.
Sorotan utama dalam penilaian kali ini tertuju pada Pokja 4 yang membidangi kesehatan. Tim juri melakukan kunjungan langsung ke Posyandu Pinguin 2 untuk meninjau berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan.
Di lokasi tersebut, terdapat enam inovasi unggulan yang diterapkan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu. Inovasi-inovasi tersebut dinilai menjadi bukti nyata kreativitas kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah program bertajuk “BUDAYA LEKANG SENURI BUMIL SEHAT”, yang merupakan singkatan dari Budi Daya Lele dan Kangkung untuk Seribu Nutrisi Ibu Hamil Sehat dan Kuat.
Melalui program ini, kader PKK mendorong kemandirian pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk budidaya lele dan kangkung.
Hasil budidaya tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, khususnya asupan protein hewani dan vitamin yang sangat penting selama masa kehamilan.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menekan angka stunting sejak dini melalui pemenuhan gizi yang tepat.
Dengan pendekatan berbasis masyarakat dan semangat gotong royong, inovasi ini dinilai mampu memberikan dampak nyata serta berkelanjutan bagi kesejahteraan keluarga di wilayah Kubangsari.
Kelurahan Kubangsari pun optimistis dapat menindak lanjuti setiap masukan dari tim penilai.
Diharapkan, berbagai inovasi yang telah berjalan dapat terus dikembangkan guna mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.
Reporter: Ade Maftuhi.























