Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaIndustriNasionalOrganisasiPerusahaan

SERANKAI Tegaskan Komitmen Kawal Kondusivitas Proyek PT WANKAI, Masyarakat Cilegon Dorong Peluang Kerja dan Usaha Lokal

×

SERANKAI Tegaskan Komitmen Kawal Kondusivitas Proyek PT WANKAI, Masyarakat Cilegon Dorong Peluang Kerja dan Usaha Lokal

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Rangkaian berbagai elemen masyarakat Kota Cilegon yang tergabung dalam Team SERANKAI menyatakan komitmen penuh untuk mengawal, menjaga kondusivitas, serta menyambut pembangunan proyek PT WANKAI di wilayah Kecamatan Purwakarta dan Citangkil, Sabtu (28/03/2026).

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Halal Bihalal keluarga besar Team SERANKAI yang dihadiri unsur masyarakat, pengusaha lokal, tokoh seni budaya, perwakilan perusahaan, serta jajaran kepolisian yang mewakili Kapolres Cilegon.

Acara yang dipandu Sekretaris SERANKAI, Maman Hilman, berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum konsolidasi lintas elemen masyarakat untuk memastikan iklim investasi di Kota Cilegon tetap aman dan kondusif.

Menurut Maman Hilman, SERANKAI merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat Kota Cilegon, mulai dari unsur seni budaya, ormas, LSM, OKP, pengusaha lokal, hingga koordinator tingkat kecamatan dan kelurahan.

“SERANKAI adalah rangkaian dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Kota Cilegon, dengan tujuan mengawal, menyambut gembira, serta menjaga kondusivitas pembangunan pabrik WANKAI. Tidak hanya untuk proyek ini, tetapi juga investor-investor lain yang ada di lingkungan PT Krakatau Steel Group. Kami siap menjaga kondusivitas Kota Cilegon,” ujar Maman.

Ia juga mengajak seluruh unsur yang hadir untuk menjaga kekompakan dan terus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

“Selanjutnya mari kita bareng-bareng mengawal dan menjaga, sekaligus mencari peluang-peluang usaha untuk kita semua. Jaga terus kekompakan, kebersamaan, silaturahmi, dan persaudaraan. Salam SERANKAI, jaga WANKAI tetap kondusif,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua SERANKAI Nino Suyitno, unsur perwakilan pengusaha lokal H. Wani, tokoh seni budaya Sopiyan, serta koordinator wilayah Kecamatan Purwakarta Kang Ali dan Kecamatan Citangkil Kang Alex.

Dari unsur kepolisian, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si. diwakili Kapolsek Purwakarta IPTU Sukanda, S.M. yang menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat persatuan.

“Bapak Kapolres hari ini berhalangan karena ada kegiatan pengamanan jalur wisata Anyer, sehingga mewakilkan kepada saya untuk hadir dalam kegiatan halal bihalal keluarga besar Team SERANKAI ini. Alhamdulillah kondisi aman dan lancar. Semua unsur dari Kecamatan Purwakarta dan Citangkil bersatu, kompak, dan saling support,” ujar IPTU Sukanda.

Sementara itu, dari pihak perusahaan, Budi selaku perwakilan PT WANKAI menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat sekitar terhadap proyek investasi tersebut.

“Kami sebagai investor dari PT WANKAI sangat berterima kasih kepada warga sekitar yang sejauh ini membantu kami. Semoga proyek ini berjalan baik, lancar, dan tidak ada halangan sampai selesai,” katanya.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan PT WANKAI direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 20 hingga 25 hektare, dengan estimasi masa pembangunan 2 sampai 3 tahun.

Meski jumlah kebutuhan tenaga kerja belum dapat dipastikan, pihak perusahaan memastikan masyarakat sekitar akan menjadi prioritas utama.

“Bilamana pabrik ini sudah selesai, insyaallah warga sekitar akan kami prioritaskan. Berapa pun tenaga kerja yang dibutuhkan nanti, kami akan fasilitasi dan mengutamakan masyarakat lokal,” tambah Budi.

Selain tenaga kerja, PT WANKAI juga membuka ruang kolaborasi bagi pengusaha lokal, terutama dalam penyediaan material alam dan kebutuhan proyek lainnya.

“Ketika kami membutuhkan tenaga kerja ataupun material-material alam, kami akan berkoordinasi dengan warga sekitar, khususnya melalui Ketua Team SERANKAI,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua SERANKAI Nino Suyitno menegaskan bahwa keberadaan proyek PT WANKAI harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha bagi warga dua kecamatan terdampak.

“Harapannya pembangunan proyek pabrik PT WANKAI ini membawa banyak manfaat untuk lingkungan Kota Cilegon, khususnya Purwakarta dan Citangkil. Ini juga bisa membantu mengatasi pengangguran,” ujar Nino.

Ia menyebut, berdasarkan komunikasi awal dengan manajemen perusahaan, terdapat komitmen lisan untuk memprioritaskan hingga 80 persen tenaga kerja lokal asal Cilegon.

“Untuk tenaga kerja, secara lisan sudah ada kesepakatan sekitar 80 persen untuk warga lokal Cilegon. Ini tentu sangat membantu mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Tidak hanya itu, SERANKAI juga mendorong agar seluruh paket pekerjaan yang memungkinkan dapat melibatkan pengusaha lokal secara luas, bukan hanya sebagian kecil.

“Kami meminta semua paket pekerjaan yang memungkinkan agar melibatkan pengusaha lokal sebanyak-banyaknya, bukan hanya satu atau dua pihak saja,” tambahnya.

Dukungan konstruktif juga datang dari tokoh seni budaya Cilegon, Sopiyan, yang menilai investasi industri harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.

“Industri dan budaya tidak bisa dipisahkan. Di Banten, budaya persilatan menjadi identitas yang kuat. Kehadiran perusahaan harus ikut mendukung perkembangan seni budaya,” ujarnya.

Sopiyan berharap kontribusi perusahaan melalui program CSR nantinya dapat menyentuh kebutuhan komunitas budaya, khususnya perguruan pencak silat di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Perusahaan bisa memberikan CSR dalam bentuk alat-alat budaya seperti tabuhan, gendang, dan perlengkapan untuk kegiatan pencak silat. Ini penting karena perguruan di Cilegon sangat banyak,” katanya.

Dengan soliditas berbagai unsur masyarakat, dukungan kepolisian, komitmen perusahaan, serta keterlibatan pengusaha dan tokoh budaya, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa masyarakat Kota Cilegon siap menjaga stabilitas investasi dan mendorong manfaat ekonomi yang inklusif dari pembangunan PT WANKAI.

 

(zain/red).

Example 120x600