Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaDinas KesehatanKesehatan

Launching Puskesmas 24 Jam, Pemkot Cilegon Perkuat Akses Layanan Kesehatan Dasar

×

Launching Puskesmas 24 Jam, Pemkot Cilegon Perkuat Akses Layanan Kesehatan Dasar

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal itu ditandai dengan launching layanan Puskesmas 24 Jam yang dilaksanakan di Puskesmas Cilegon pada Kamis, 26 Februari 2026.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, dalam sambutannya menegaskan bahwa optimalisasi pelayanan kesehatan akan menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan di Kota Cilegon.

IMG-20260527-WA0001

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Di masa kepemimpinan kami, insya Allah pelayanan kesehatan akan terus kita optimalkan. Terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi seluruh jajaran yang hari ini hadir. Saya juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga setiap lelah dalam menjalankan tugas pelayanan ini dibalas pahala oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Robinsar.

Dalam kesempatan tersebut, Robinsar juga mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Kota Cilegon serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas capaian pelayanan kesehatan, termasuk keberhasilan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Cilegon. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, sekitar 90 persen pasien di RSUD Kota Cilegon merupakan pengguna BPJS. Karena itu, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), khususnya Puskesmas, harus menjadi solusi utama sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

“Ini baru permulaan. Kita harus terus melakukan evaluasi dan sosialisasi. Mengingat sebagian besar pasien RSUD adalah pengguna BPJS, maka Puskesmas harus benar-benar menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar program Puskesmas 24 jam tersosialisasi secara luas kepada masyarakat. Pemasangan penanda layanan 24 jam di setiap Puskesmas serta optimalisasi media sosial sebagai sarana informasi publik dinilai penting agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan layanan tersebut.

“Jangan sampai kita punya program bagus, tapi masyarakat tidak tahu. Pemerintah harus hadir untuk semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Kuncinya sederhana, layani dengan hati dan senyum,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa peluncuran layanan Puskesmas 24 Jam merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan kesehatan Kota Cilegon untuk meningkatkan akses layanan yang berkualitas dan terjangkau.

Ia mengungkapkan bahwa layanan persalinan 24 jam mulai diimplementasikan sejak Mei 2025, diawali di tiga Puskesmas, yakni Puskesmas Ciwandan, Puskesmas Pulo Merak, dan Puskesmas Cibeber. Selanjutnya, layanan tersebut diperluas ke Puskesmas Cilegon dan Puskesmas Citangkil II.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 636 ibu melahirkan telah dilayani di Puskesmas 24 jam di Kota Cilegon. Rinciannya, 178 persalinan pada shift pagi, 180 pada shift sore, dan 278 pada shift malam. Data tersebut menunjukkan bahwa layanan 24 jam membuka akses bagi ibu dan anak, terutama dalam kondisi darurat di luar jam kerja.

Selain layanan persalinan, layanan IGD 24 jam di Puskesmas sepanjang 2025 telah melayani 27.550 pasien. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 7.489 pasien pada shift pagi, 6.388 pasien pada shift sore, dan 3.683 pasien pada shift malam.

Tak hanya itu, layanan Dokter Keliling (Dokling) juga terus dioptimalkan di seluruh Puskesmas. Pada tahun 2025, layanan ini telah melayani 72 pasien, sementara hingga Februari 2026 tercatat 19 pasien telah mendapatkan pelayanan.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Dinas Kesehatan melakukan redistribusi tenaga kesehatan antar Puskesmas agar pelayanan lebih merata, serta melengkapi fasilitas kesehatan dengan puluhan alat kesehatan, khususnya untuk layanan persalinan dan IGD.

Ratih berharap seluruh tenaga kesehatan di Kota Cilegon terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami akan terus berupaya melayani dengan hati dan senyum, agar kehadiran layanan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Cilegon,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya layanan Puskesmas 24 Jam ini, Pemerintah Kota Cilegon berharap akses pelayanan kesehatan dasar semakin terbuka, merata, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat. (Red).

Example 120x600