Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Kesehatan

Paket MBG di SPPG Cimanyangray Disorot, DPRD Lebak Didorong Lakukan Evaluasi

×

Paket MBG di SPPG Cimanyangray Disorot, DPRD Lebak Didorong Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak, JURNALKUHP.COM – Penyaluran menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG CIMANYANGRAY di wilayah Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan.

Paket yang diterima siswa dilaporkan berisi 2 butir telur, 1 apel, 1 susu kotak, 1 roti, 1 bungkus kacang, serta beberapa butir kurma untuk konsumsi tiga hari.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Komposisi tersebut dinilai sebagian pihak diduga belum mencapai estimasi kebutuhan gizi harian peserta didik apabila dibagi dalam tiga hari.Hingga kini, pihak pengelola dapur setempat belum memberikan klarifikasi resmi saat dikonfirmasi.

Menanggapi hal itu, Organisasi Masyarakat Badak Banten Dapil 6 menyuarakan permintaan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lebak agar turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Badan Gizi Nasional (BGN) di Kecamatan Gunungkencana.Rabu/24/2/2026

Permintaan tersebut juga ditujukan kepada Satgas BGN dan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN agar melakukan pengawasan menyeluruh guna memastikan program berjalan sesuai ketentuan serta standar gizi yang telah ditetapkan.

Ketua Badak Banten Dapil 6, Ruswa, menegaskan bahwa pengawasan penting dilakukan demi menjaga kualitas program.

“Monitoring harus dilakukan secara terbuka dan menyeluruh. Ini menyangkut kualitas menu, distribusi, hingga penggunaan anggaran. Jangan sampai program yang bertujuan baik justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar Ruswa.

Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar program pemenuhan gizi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret DPRD Lebak dan pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan prinsip akuntabilitas.

 

Editor : Redaksi biro kb lebak

Foto menu sppg
Menu sppg
Example 120x600