Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Laporan Pidana

Jalan Poros Desa Sindang–Muncang Kopong Rusak Parah, Warga Perbaiki dengan Dana Swadaya

×

Jalan Poros Desa Sindang–Muncang Kopong Rusak Parah, Warga Perbaiki dengan Dana Swadaya

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak , JURNALKUHP.COM — Jalan kampung Sindang–Cikulur yang merupakan jalur alternatif sekaligus jalan poros desa penghubung Desa Cikulur dan Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, kini menjadi sorotan publik. Jalan desa tersebut memiliki panjang kurang lebih 1 kilometer, terhitung dari perbatasan Desa Cikulur, membentang dari Kampung Sindang hingga Kampung Asem Tanjakan, Desa Muncang Kopong, dan kondisinya dilaporkan rusak parah di sejumlah titik.

Kondisi memprihatinkan itu bahkan viral di media sosial, memicu kepedulian warga untuk turun langsung melakukan perbaikan secara swadaya.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Pantauan di lapangan, Minggu (1/2/2026), puluhan warga Kampung Cikulur RT 007/RW 002 dan Kampung Sindang tampak berduyun-duyun turun ke jalan melakukan kegiatan penyulaman jalan. Perbaikan dilakukan menggunakan batu, pasir, split, dan semen, khususnya pada ruas jalan sepanjang sekitar satu kilometer yang terlihat berlubang parah.

Kegiatan tersebut murni hasil swadaya masyarakat, tanpa bantuan dari pemerintah desa maupun instansi terkait. Dana perbaikan dihimpun dari iuran warga berdasarkan hasil musyawarah bersama.

Kondisi jalan yang memprihatinkan dinilai sangat membahayakan. Selain berlubang di banyak titik, saat musim hujan jalan kerap tergenang air sehingga licin dan rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Warga menyebut kecelakaan ringan hingga nyaris fatal sering terjadi di jalur tersebut.

“Jalan ini sangat penting karena menghubungkan dua desa, yakni Desa Cikulur dan Desa Muncang Kopong. Namun sudah lama tidak pernah diperbaiki. Bahkan hampir satu periode kepemimpinan Kepala Desa Muncang Kopong yang sekarang menjabat, jalan ini belum tersentuh pembangunan,” ujar salah satu tokoh masyarakat RT 07/RW 02.

Ironisnya, warga membandingkan kondisi tersebut dengan ruas jalan di wilayah Desa Cikulur hingga perbatasan Kampung Sindang yang telah dibangun jalan cor beton pada tahun 2024 lalu dan kini dalam kondisi baik serta nyaman dilalui kendaraan.

“Padahal pemerintah desa telah menyerap Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat yang seharusnya dialokasikan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk infrastruktur jalan. Tapi kenyataannya jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer dari Kampung Sindang sampai Kampung Asem Tanjakan ini dibiarkan rusak parah,” keluh sejumlah warga.

Ketua RT setempat, Asep, menegaskan bahwa jalan tersebut sangat vital bagi aktivitas warga, mulai dari pelaku UMKM yang hendak ke pasar, anak-anak yang berangkat sekolah, hingga mobilitas warga sehari-hari.

“Kami ingin anak-anak dan warga merasa aman dan nyaman saat melintas. Jangan sampai ada lagi ibu-ibu atau bapak-bapak tergelincir dan hampir jatuh karena kondisi jalan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan dilakukan secara riil dari hasil swadaya masyarakat.
“Anggarannya kami kumpulkan dari warga Kampung Cikulur dan Kampung Sindang. Setelah terkumpul, kami belanjakan material seperti semen, batu, dan sirtu secukupnya untuk memperbaiki jalan desa sepanjang kurang lebih satu kilometer dari Kampung Sindang hingga Kampung Asem Tanjakan ini,” jelas Asep.

Sementara itu, Ketua Pemuda RT 007/RW 002, Jamal, mengatakan bahwa gerakan ini lahir dari banyaknya aduan warga terkait kondisi jalan yang sangat membahayakan.

“Kami merasa tergugah dan bertanggung jawab. Jalan ini sudah sangat rusak dan sering menyebabkan kecelakaan. Maka berdasarkan kesepakatan musyawarah bersama warga, orang tua, dan pemuda, kami sepakat bergotong royong memperbaikinya,” tegas Jamal.

Ia berharap, aksi nyata warga ini dapat menjadi perhatian pemerintah desa maupun instansi terkait di tingkat kecamatan hingga kabupaten.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan melakukan perbaikan permanen. Jalan ini sangat penting dan harus diprioritaskan agar tidak ada lagi kecelakaan di jalur ini,” pungkasnya.

 

Editor : Redaksi biro kb Lebak

Example 120x600