Lebak, JURNALKUHP.COM — Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) AMANAH PERMAS AGUNG memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan menu telur atau makanan dalam kondisi belum matang yang disebut disajikan kepada siswa.
Ketua SPPG AMANAH PERMAS AGUNG, Rasudin, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan mencerminkan standar pelayanan dapur secara keseluruhan, melainkan merupakan kekeliruan teknis yang tidak disengaja pada tahap distribusi.
“Secara prinsip, seluruh menu yang diproduksi oleh dapur SPPG kami disiapkan dengan mengacu pada standar keamanan pangan dan pemenuhan gizi. Video yang beredar tidak lahir dari unsur kesengajaan maupun pembiaran,” ujar Rasudin.
Ia menjelaskan bahwa dapur SPPG AMANAH PERMAS AGUNG masih berada pada fase awal operasional, sehingga evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari proses penyempurnaan sistem kerja, khususnya pada aspek pengawasan internal dan koordinasi relawan.
“Peristiwa ini kami jadikan bahan koreksi menyeluruh. Kami memastikan ke depan tidak hanya kehati-hatian individu, tetapi juga penguatan sistem pengendalian mutu agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Rasudin menambahkan bahwa seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian, tetap berada dalam kerangka Standar Operasional Prosedur (SOP) serta ketentuan teknis yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional, pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pihak sekolah, peserta didik, dan orang tua siswa atas kegaduhan serta ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Kami terbuka terhadap pengawasan dan masukan dari semua pihak. Tujuan utama kami adalah memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan yang layak, aman, dan bergizi,” imbuhnya.
Data Layanan SPPG AMANAH PERMAS AGUNG
Jumlah Penerima Manfaat: 2.243 Siswa.Menu yang disajikan selama periode tersebut mencakup kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah, serta susu, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi seimbang bagi peserta didik.
Rasudin memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi total terhadap manajemen dapur dan relawan, termasuk peningkatan pengawasan distribusi, guna menjaga kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan program pemenuhan gizi secara optimal.
“Kami bertanggung jawab penuh atas layanan ini dan berkomitmen melakukan perbaikan nyata, bukan sekadar klarifikasi,” pungkasnya.
Editor : Redaksi biro kb Lebak























