Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Dinas Lingkungan Hidup

Penanganan Sampah Pasar Cikande Jadi Sorotan, Penumpukan Diduga Terjadi di Sejumlah Titik

×

Penanganan Sampah Pasar Cikande Jadi Sorotan, Penumpukan Diduga Terjadi di Sejumlah Titik

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Serang, jurnalkuhp.com — Kondisi pengelolaan sampah di Pasar Cikande kembali menjadi perhatian publik. Penumpukan sampah yang terjadi di sejumlah titik diduga telah melampaui kapasitas Tempat Penampungan Sementara (TPS), sehingga menimbulkan bau tidak sedap, kesan kumuh, serta mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung pasar.kemis /22/Januari /2026

Pantauan lapangan menunjukkan sampah tidak seluruhnya terangkut secara rutin. Akibatnya, limbah terlihat berserakan di area pasar dan sekitarnya, yang memicu keluhan masyarakat.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Situasi ini jelas mengganggu kenyamanan. Selain bau, kondisi lingkungan juga tidak layak untuk pusat aktivitas ekonomi,” ujar salah satu pengunjung Pasar Cikande.

Keluhan juga disampaikan pedagang. Mereka menilai proses pengangkutan sampah diduga belum berjalan optimal dan perlu evaluasi menyeluruh, terutama terkait kedisiplinan petugas serta sistem pengelolaan yang diterapkan.

“Pengelolaan sampah di pasar tradisional seharusnya bisa menjadi contoh perubahan perilaku masyarakat dan mendukung ekonomi sirkular, namun kondisi saat ini masih jauh dari harapan,” kata seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Sorotan publik semakin menguat setelah beredar informasi bahwa anggaran pengelolaan dan pemeliharaan sampah di wilayah Cikande mencapai sekitar Rp1,6 miliar per tahun, yang diduga berada dalam lingkup pengelolaan pihak Kecamatan Cikande. Hingga kini, belum terdapat penjelasan resmi terkait mekanisme pengelolaan, pelaksanaan teknis, maupun indikator keberhasilan penggunaan anggaran tersebut.

Fakta di lapangan menunjukkan, meskipun anggaran tersebut disebut tersedia, penumpukan sampah masih diduga terjadi di beberapa titik strategis, termasuk kawasan Pasar Cikande. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas program, pengawasan, serta koordinasi antarinstansi terkait, khususnya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.

Hasil observasi juga menunjukkan bahwa infrastruktur pendukung pengelolaan limbah, seperti kapasitas TPS dan armada pengangkut, diduga belum memadai untuk menunjang aktivitas pasar yang padat setiap hari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang diduga memiliki kewenangan dalam pengelolaan sampah Pasar Cikande masih terus diupayakan untuk dimintai keterangan resmi guna memberikan klarifikasi kepada publk

 

Reporter : tim

Editor : Rusli Redaksi biro serang

 

Example 120x600