SERANG, JURNALKUHP.COM – Perkumpulan Pemerhati Pertanahan Nusantara (P2N) pada tahun 2026 mengusung tema “Strategi Baru Masyarakat Bersatu Indonesia Maju” sebagai komitmen organisasi dalam mendorong penyelesaian persoalan pertanahan yang berkeadilan dan berorientasi pada persatuan bangsa.

Ketua Umum P2N, Andik Susianto, menjelaskan bahwa strategi baru yang ditawarkan organisasi berfokus pada pendekatan musyawarah sebagai langkah awal sebelum menempuh upaya hukum.
Menurutnya, musyawarah merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia yang harus dikedepankan dalam menyelesaikan konflik pertanahan.
“Strategi baru ini menekankan pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat. Jalur hukum tetap menjadi pilihan, namun ditempatkan sebagai langkah terakhir apabila dialog tidak menemukan kesepakatan,” ujar Andik Susianto.

Ia menambahkan, konsep “Masyarakat Bersatu” bermakna bahwa ketika musyawarah menghasilkan mufakat, maka persatuan masyarakat akan terbangun secara kuat. Persatuan tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat rasa saling menghormati, serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Sementara itu, makna “Indonesia Maju” dipahami sebagai cita-cita bersama yang dapat terwujud apabila masyarakat bersatu. Andik menegaskan, persatuan masyarakat menjadi modal utama bagi kemajuan bangsa dan negara.
Saat ini, Perkumpulan Pemerhati Pertanahan Nusantara telah memiliki cabang di sejumlah daerah, di antaranya Banten, Bogor, Depok, Karawang, Kuningan, Madiun, Lampung Selatan, dan Jambi. Keberadaan cabang-cabang tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pendampingan dan edukasi hukum pertanahan bagi masyarakat.
P2N juga membuka ruang diskusi bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau membahas persoalan pertanahan.
Masyarakat dapat menghubungi P2N melalui email Ikatanaktivispemerhatipertanah@gmail.com.
Dengan mengusung strategi baru ini, P2N berharap dapat berperan aktif dalam menciptakan penyelesaian konflik pertanahan yang damai, berkeadilan, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang bersatu dan maju.
Redaksi.























