Cilegon,Jurnalkuhp.com — Pemerintah Kota Cilegon tengah mempersiapkan pembangunan Perpustakaan Kota Cilegon yang baru dengan konsep inklusif, modern, dan ramah disabilitas. Perpustakaan ini tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang publik terbuka yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas terkait, Dr. H. Ismatullah, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa sejak tahap perencanaan awal, pembangunan perpustakaan ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan semua warga tanpa terkecuali, termasuk komunitas penyandang disabilitas.
“Kami akan mengakomodir dan menyediakan tempat khusus bagi masyarakat Cilegon yang tergabung dalam kelompok disabilitas. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses literasi, edukasi, dan ruang berekspresi,” ujar Ismatullah (08/01/25)
Menurutnya, penyediaan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu fokus utama agar keberadaan perpustakaan benar-benar dapat dimanfaatkan secara merata. Perpustakaan ini nantinya akan dilengkapi dengan akses ruang ramah difabel, area baca khusus, serta sarana pendukung untuk aktivitas kreatif dan edukatif.
Untuk memastikan fasilitas tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna, Pemerintah Kota Cilegon berencana menjalin kolaborasi dengan Sekolah Khusus (SKH) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Cilegon. Selain itu, komite sekolah SKH dan komunitas disabilitas setempat juga akan dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan.
“Kami ingin mendengar langsung masukan dari para pengguna. Dengan melibatkan komite sekolah SKH dan komunitas disabilitas, kami berharap perpustakaan ini benar-benar berdaya guna dan tepat sasaran,” tambahnya.
Tidak hanya berfungsi sebagai ruang baca, Perpustakaan Kota Cilegon juga akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan, seperti ruang komunitas yang dapat dimanfaatkan berbagai kelompok, termasuk komunitas disabilitas. Beragam aktivitas direncanakan dapat digelar di lokasi tersebut, mulai dari diskusi publik, kegiatan literasi, pertunjukan musik, hingga aktivitas seni dan budaya. Bahkan, keberadaan kafe juga dirancang untuk menambah daya tarik perpustakaan sebagai ruang interaksi sosial.
Ismatullah berharap konsep ini mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap perpustakaan.
“Perpustakaan tidak lagi menjadi tempat yang kaku dan sepi, melainkan ruang yang hidup, nyaman, dan menyenangkan. Dengan suasana yang menarik, kami optimistis minat baca dan minat masyarakat untuk berkunjung akan meningkat,” katanya.
Dari sisi lokasi, Perpustakaan Kota Cilegon akan dibangun di kawasan strategis, tepatnya di depan DPKAD dan bersebelahan dengan Cilegon Center Mall (CCM). Selain bangunan utama, perpustakaan ini juga akan dilengkapi dengan area luar ruangan atau ruang outdoor yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan komunitas dan acara publik.
“Kami ingin menjadikan perpustakaan ini sebagai ruang publik yang inklusif, ramah lingkungan, mudah diakses, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat,” tutup Ismatullah.
Dengan konsep tersebut, Perpustakaan Kota Cilegon diharapkan mampu menjadi ikon baru literasi sekaligus ruang publik modern yang mendukung pendidikan, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat Kota Cilegon.
Reporter : Hairullah
Editor : Jurnalkuhp.com























