Lebak, JURNALKUHP.COM – Awan gelap memayungi hubungan antar-organisasi di Kabupaten Lebak setelah Ketua SPN Lebak, Sidik Uwen, mengeluarkan pernyataan yang menyebut Ormas/LSM di Lebak kerap mengganggu perusahaan. Ucapan tersebut langsung memicu gelombang kegeraman dari Badak Banten DPC Rangkasbitung, salah satu ormas yang selama ini dikenal aktif mengawal persoalan sosial.
Ketua DPC Badak Banten, Hendrik Gobreg, merespons keras pernyataan tersebut.
> “Ini pernyataan yang ngaco! Jangan menuduh tanpa dasar. Kami hadir bukan untuk mengganggu perusahaan, tetapi memastikan aturan dijalankan. Jangan lempar stigma murahan ke ormas,” tegas Hendrik Gobreg dengan nada tinggi.Rabu/26/11/2025
Hendrik menegaskan, selama ini Badak Banten justru aktif menjadi jembatan solusi ketika terjadi gesekan antara masyarakat, pekerja, dan perusahaan.
Tidak tinggal diam, Ayik Puat Pauzi, Wakil Ketua DPC Rangkasbitung, ikut memberikan komentar panas terkait ucapan Sidik Uwen yang dinilai meresahkan dan provokatif.
> “Jangan asal ngomong! Bicara itu harus pakai data, bukan asumsi. Ormas itu bukan pengganggu—ormas hadir untuk menjaga kepentingan rakyat dan memastikan perusahaan tidak semena-mena,” seru Ayik Puat Pauzi.
Ayik melanjutkan bahwa pernyataan Sidik Uwen justru memperburuk hubungan harmonis yang selama ini terbangun di Lebak.
> “Kalau ada oknum, ya sebut oknumnya! Jangan seret semua ormas. Ini ucapan yang bisa memecah belah. Kita di Lebak sudah kondusif, jangan dibuat gaduh gara-gara pernyataan sepihak,” tambahnya.
Ayik juga menantang Sidik Uwen untuk membuka data bila memang merasa ada ormas yang mengganggu perusahaan.
> “Kalau benar ada yang ganggu, tunjukkan! Kami siap duduk bersama. Tapi jangan bicara melempar bola liar, seolah semua ormas bersalah. Itu tidak fair dan tidak dewasa.”
Hingga berita ini dirilis, publik Lebak menanti apakah Sidik Uwen akan memberikan klarifikasi atau tetap dengan pernyataannya yang menuai polemik.
Reporter : surna/azis
Editor ; Redaksi biro kb Lebak























