JURNALKUHP.COM, Lebak – Banten.
Puskesmas Maja Kabupaten Lebak Sebagai salah satu unit pelaksana fungsional, pusat pembangunan kesehatan dan pusat pelayanan tingkat pertama seharusnya melayani pasien yang datang dengan baik.
Namun yang terjadi tidak demikian, pelayanan Puskesmas Maja dinilai kurang baik terhadap pelayanan pada pasien, Rohman (50) yang mengalami gejala stroke warga Kp Batu Karut Desa Buyut Mekar Kecamatan Maja Kabupaten Lebak.
Pasien Rohman (50) dibawa oleh keluarga pada Rabu, (4/9) dan tiba di Puskesmas Maja sekitar pukul 18.30 Wib setelah berada di Puskesmas pasien mengalami kejang – kejang sehingga menimbulkan kepanikan dan keluarga meminta kepada pihak pelayan puskesmas Maja untuk segera membantu menangani agar si pasien segera mendapatkan pertolongan.
Eli Suhaeli (44) Salah satu keluarga korban yang sempat bersi tegang dengan perawat puskesmas Maja menyampaikan keluhannya pada awak Media Jurnal KUHP pada Rabu, 4/9/2024.
” Pasien mengalami kejang – kejang sehingga keluarga panik dan menangis, akhirnya saya bicara ke perawat dan menanyakan tempat/kamar kosong supaya si pasien cepat ditangani, namun jawab perawat harus antri. Dan yang saya kecewa si pelayan itu main handphone terus dan santai saja padahal kami sangat menghawatirkan keselamatan pasien.” Ucap Eli Suhaeli.
Lanjutnya, ” seharusnya kami di beri tahu bisa ditangani di puskesmas ini atau tidak, kalau bisa ya bisa, tidak ya tidak.” Tutur Eli.

” Si perawat itu sangat sewot padahal saya hanya mempertanyakan tempat/ kamar kosong akhirnya saya juga kepancing emosi, dan sempat didatangi oleh satpam puskesmas dan sedikit tegang.” Ucapnya.
” Karena pelayanan yang kurang baik dari pihak puskesmas Maja, kami sebagai keluarga sangat menyayangkan dan kecewa sehingga kami bawa pasien ke RSUD Ajidarmo Rangkasbitung, Lebak.” Pungkas Eli Suhaeli.
Sementara saat dikonfirmasi Kepala Puskesmas Maja, Hj Deminah memberikan klarifikasi pada Kamis, 5/9/2024 melalui sambungan WhatsApp.
” Apa yang dituduhkan oleh pak Eli tidak seperti itu, saya sudah tanya ke perawat yang bertugas katanya itu terlalu berlebihan dan pasien tidak kejang – kejang saat tiba di Puskesmas dan saya sendiri lihat di CCTV nya.” Ujar Hj Deminah, PS.SKM. ST.
Lanjutnya, ” Perawat tidak bermain HP seperti main game, nonton YouTube atau TikTok, tapi perawat memegang HP itu konfirmasi ke dokternya terkait penanganan si pasien. Namun pihak keluarga terburu emosi dan meninggalkan puskesmas.” Tutur Bu Kepala Puskesmas.
” Dan ruangan atau kamar memang semuanya terisi penuh oleh pasien yang lain, kalau kosong mungkin sudah kita bawa ke ruangan atau kamar pasien untuk langsung ditangani.”
” Namun saya selaku pimpinan Puskesmas Maja mohon maaf atas kesalah pahaman yang terjadi dan kami akan berusaha untuk memperbaiki pelayanan supaya lebih baik lagi.” Pungkas Hj. Deminah.
Ahmad jajuli























