Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Advokasi & PersidanganBeritaKesehatanLaporan Khusus

Oknum Dosen Hukum Unissula Diduga Aniaya Dokter Anestesi, Ancaman Bakar RS Sultan Agung Gegerkan Publik

×

Oknum Dosen Hukum Unissula Diduga Aniaya Dokter Anestesi, Ancaman Bakar RS Sultan Agung Gegerkan Publik

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


SEMARANG, JURNALKUHP.COM – Sebuah video dugaan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan kembali memantik perhatian publik. Peristiwa terjadi di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (6/9/2025). Rekaman sekilas memperlihatkan seorang pria, disebut sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), yang melontarkan umpatan kasar hingga ancaman membakar rumah sakit.

Video tersebut pertama kali beredar luas setelah diposting oleh akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang, lalu diposting ulang akun oleh Instagram @mediaperawat pada 10 September 2025. Dalam rekaman, terdengar pelaku berteriak meneriaki kata-kata kasar, bahkan ada yang salah satu saksi yang menyebutkan bahwa pelaku berteriak akan membakar RS,

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Dia bahkan teriak akan membakar Rumah Sakit Sultan Agung yang kita cintai,” tulis salah satu saksi dalam komentar.

Keributan diduga dipicu perbedaan pendapat terkait proses persalinan. Pelaku mendesak agar istrinya melahirkan secara pervaginam meski kondisi medis baru memasuki pembukaan tiga. Menurut prosedur, induksi baru dapat dilakukan pada pembukaan lima. Tim medis sebelumnya juga telah menyarankan tindakan operasi caesar, mengingat pasien memiliki riwayat keguguran tiga kali, namun saran tersebut sempat ditolak pihak keluarga.

Saat kejadian, dokter anestesi yang bertugas, dr. Astra, tengah menangani pasien lain di ruang operasi. Namun pelaku tetap mendesak dengan suara keras hingga terdengar ke ruang dokter. Informasi lain menyebutkan adanya dugaan tindakan fisik berupa tarikan baju dan cakaran terhadap dokter, sehingga memperburuk suasana di ruang bersalin.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah, dr. Telogo Wismo, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Ia menegaskan tenaga kesehatan memiliki hak atas perlindungan hukum saat menjalankan tugas sesuai standar medis. “Kami mendukung proses hukum yang adil dan tegas agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, muncul isu yang menyebut adanya dugaan keterkaitan keluarga pelaku dengan yayasan, sehingga penanganan kasus dinilai lambat. Hingga berita ini diturunkan, pihak RSI Sultan Agung maupun Unissula belum memberikan pernyataan resmi. Publik kini menanti langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan adil.

Redaksi.

Example 120x600