LEBAK, JURNALKUHP.COM – Kondisi jembatan gantung di Kampung Belendung, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, mulai dikeluhkan warga. Padahal, jembatan tersebut baru selesai direhabilitasi pada akhir Desember 2024 dengan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak.Rebau (20/8/2025
Namun, belum genap setahun, lantai dan bagian pengaman jembatan terlihat mulai rusak. Kondisi ini dinilai membahayakan masyarakat yang setiap hari melintas, termasuk anak sekolah.
Sekretaris DPD Ormas Badak Banten Kabupaten Lebak, H. Rukmanul Hatta, menyampaikan kekecewaannya atas kualitas pekerjaan proyek rehabilitasi itu.
“Perehaban akhir Desember 2024 kan belum lama, tapi lihat sekarang kondisinya sudah parah. Warga sangat menyayangkan pelaksanaan yang asal-asalan dan itu bukan diakibatkan banjir atau pergeseran tanah, buktinya pilon dan pondasi tidak berubah,” ungkapnya.
Jembatan gantung ini merupakan akses vital yang menghubungkan warga Kampung Belendung dengan desa lain di sekitarnya. Kerusakan yang terjadi dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan evaluasi dan memperbaiki jembatan agar tidak menimbulkan korban dikemudian hari
Sementara , Ormas Badak Banten yang dikomandoi Sekretaris DPD Kabupaten Lebak, H. Rukmanul Hatta mendesak Kejaksaan Negeri Lebak segera memeriksa pelaksana proyek jembatan gantung tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan penyimpangan dalam pengerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan,pihak-pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi.tim media akan terus berusaha untuk mengkonfirmasi
Redaksi JURNAL KUHP membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada Pihak-pihak terkait atu pun Pemerintah kabupaten Lebak , maupun pihak terkait lainnya.
Reporter :surna/azis
Editor :Hendri Redaksi biro kb lebak























