Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaIndustriKonferensi Pers

Konferensi Pers Elang Tiga Hambalang (ETH) dan Forkomaster Tegaskan Komitmen, Jaga Kondusivitas Kota Cilegon

×

Konferensi Pers Elang Tiga Hambalang (ETH) dan Forkomaster Tegaskan Komitmen, Jaga Kondusivitas Kota Cilegon

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Organisasi Elang Tiga Hambalang (ETH) Provinsi Banten bersama Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Kota Cilegon (FORKOMASTER) menggelar konferensi pers di Juggle Park Saung Mbak Lala, Kota Cilegon, Senin (14/7/2025). Forum ini menegaskan komitmen menjaga kondusivitas Kota Cilegon sekaligus mendorong terwujudnya iklim investasi yang adil, sehat, dan berpihak pada pengusaha serta masyarakat lokal.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Konferensi pers dipimpin oleh Ketua FORKOMASTER Maman Hilman dan Ketua ETH Provinsi Banten James Makapedua, serta dihadiri perwakilan ormas, media lokal dan nasional. Fokus utama diskusi adalah pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pemerataan ekonomi melalui investasi yang inklusif.

 

Ketua ETH James Makapedua menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pembangunan dan investasi di Kota Cilegon, selama prosesnya melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku, bukan hanya penonton.

“Kami dukung semua bentuk pembangunan yang membawa manfaat untuk rakyat. Tapi jangan sampai rakyat hanya jadi penonton, atau pengusaha lokal malah tersingkir dari tanah sendiri. Investasi itu harus menghidupkan, bukan menggusur,” ujar James.

James menambahkan bahwa ETH bukan organisasi penolak perubahan, melainkan penjaga agar arah pembangunan tetap selaras dengan nilai-nilai keadilan sosial dan partisipasi masyarakat.

 

“Kalau prosesnya adil, investornya terbuka, dan warga dilibatkan, kami akan jadi mitra paling solid dalam menjaga kondusivitas,” ujarnya.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, James juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Cilegon dengan semua elemen masyarakat—baik ormas, pemuda, maupun pelaku usaha lokal.

 

“Kami siap bersinergi dengan Pemkot. Tapi sinergi itu harus dibangun dengan keterbukaan dan kepercayaan. Pemerintah jangan hanya menggandeng investor, tapi juga gandeng rakyatnya sendiri,” katanya.

 

Menurut James, menciptakan suasana aman dan kondusif untuk investasi bukan hanya soal keamanan fisik, tapi juga tentang rasa keadilan dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan.

 

“Kalau semua merasa punya peran, maka rasa memiliki terhadap pembangunan itu tumbuh. Inilah yang akan jadi kekuatan Kota Cilegon ke depan,” tambahnya.

 

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai dinamika organisasi dunia usaha di Kota Cilegon, James menyampaikan pandangan positif dan penuh harapan. Ia mengatakan bahwa ETH mendorong agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon terus menjadi wadah yang kuat dan terpercaya dalam membina pengusaha lokal.

 

“Kami percaya Kadin punya peran penting dalam membangun perekonomian Cilegon. Kita butuh lembaga yang bisa mengayomi semua lapisan pengusaha—baik besar, kecil, maupun menengah,” ujar James.

 

Ia berharap ke depan Kadin bisa lebih terbuka, kolaboratif, dan mampu memperkuat jejaring antara pengusaha lokal dengan sektor industri strategis.

 

“ETH siap mendukung proses regenerasi dan penguatan kelembagaan dunia usaha di Cilegon. Pengusaha lokal harus jadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” katanya.

 

 

Sementara itu, Ketua FORKOMASTER, Maman Hilman, menggarisbawahi bahwa menjaga kondusivitas bukan berarti menekan kritik atau membungkam suara ormas. Sebaliknya, kondusivitas sejati tercipta dari keadilan dan rasa memiliki terhadap proses pembangunan.

 

“Kami ingin suasana yang damai, tapi juga adil. Pemerintah, investor, dan masyarakat harus duduk sejajar dalam merancang masa depan kota ini,” kata Maman.

 

 

Konferensi pers ini ditutup dengan seruan bersama agar Kota Cilegon dibangun secara kolaboratif, dengan menjunjung keterbukaan, keadilan ekonomi, dan penghormatan terhadap peran warga serta pelaku usaha lokal.

 

“Kami bukan musuh investor. Tapi kami adalah penjaga arah pembangunan agar tetap berpihak pada rakyat. Kota ini milik kita bersama, dan kita semua harus punya tempat di dalamnya,” pungkas James Makapedua.

 

 

(Red).

Example 120x600