SERANG, JURNALKUHP.COM – Sebuah video berdurasi sekitar satu menit lebih beredar di grup WhatsApp warga Cilegon, Minggu (29/06/2025). Video tersebut memperlihatkan aksi protes tiga warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang, terhadap seorang calon walikota yang dinilai ingkar janji.
Dalam rekaman itu, dua orang ibu-ibu paruh baya bersama seorang pria menyampaikan kekecewaan mereka dengan nada kesal. Mereka menyinggung janji-janji kampanye sang calon yang hingga kini tak kunjung terealisasi, meskipun telah didukung warga saat pemilihan.
“Katanya mau memperbaiki jalan dan bantu usaha kecil, tapi sampai sekarang enggak ada realisasinya,” keluh salah seorang ibu yang terekam dalam video.
Tak hanya itu, dalam video juga terdengar pengakuan warga yang menyebut adanya fitnah dari warga lainnya kepada dirinya terkait dugaan menerima sejumlah uang dari praktik money politic saat masa kampanye. Warga mengaku dirinya sempat difitnah bahwa menerima sejumlah uang untuk mencoblos dengan diiming-iming jika pilihannya menang akan ada program-program bantuan, yang hingga kini dianggap tak pernah diwujudkan.
Protes ini diduga dipicu rasa kecewa atas janji kampanye yang belum terpenuhi, mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil. Ketiganya tampak berdiri di pinggir jalan sambil berbicara lantang, disertai gestur tangan yang menegaskan rasa kecewa mereka.
Video tersebut kemudian memicu berbagai reaksi di media sosial dan grup percakapan warga. Sebagian warganet mendukung aksi tersebut, menilai pentingnya warga untuk berani bersuara terhadap janji politik yang tidak ditepati. Namun, ada juga yang menyarankan agar persoalan ini dibawa ke jalur resmi atau dialog langsung dengan pihak terkait.
Hingga berita ini ditulis, redaksi masih berusaha menghubungi pihak yang disebut dalam video untuk meminta klarifikasi dan memberikan hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
(Red).





















