Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaLaporan KhususLaporan Warga

178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo Setelah Erupsi Semeru, Evakuasi Malam Tidak Direkomendasikan

×

178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo Setelah Erupsi Semeru, Evakuasi Malam Tidak Direkomendasikan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LUMAJANG, JURNALKUHP.COM Sebanyak 178 pendaki dikabarkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo setelah Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu (19/11/2025) sore. Informasi tersebut disampaikan oleh Kabag TU Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Septi Eka Wardhani.

Septi merinci bahwa 178 orang yang masih berada di Ranu Kumbolo terdiri atas 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), 15 porter, dan 6 anggota tim Kementerian Pariwisata.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Evakuasi Malam Tidak Disarankan

Menurut laporan PPGST, proses evakuasi tidak direkomendasikan dilakukan pada malam hari mengingat kondisi jalur yang gelap, licin, serta adanya beberapa titik rawan longsor. Pernyataan ini juga disampaikan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan resmi yang telah dikonfirmasi pada Rabu malam.

“Risikonya sama besar. Kondisi gelap dan jalur licin membuat evakuasi malam tidak disarankan,” ujar Rudijanta.

Septi menambahkan, seluruh pendaki yang saat ini masih berada di Ranu Kumbolo diminta tetap bertahan di lokasi sambil bersiap apabila sewaktu-waktu situasi mengharuskan mereka turun malam.

“Untuk sementara, kami minta yang berada di Ranu Kumbolo tetap di sana dalam posisi siap, sambil memantau perkembangan terbaru,” kata Septi melalui pesan WhatsApp.

Status Semeru Naik ke Level IV Awas

Erupsi pada Rabu sore menyebabkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat drastis. Status gunung berubah dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), dan kemudian dinaikkan menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB.

Atas peningkatan status tersebut, BBTNBTS menutup seluruh aktivitas pendakian menuju Ranu Kumbolo maupun jalur pendakian lainnya mulai 19 November 2025 hingga kondisi dinyatakan aman.

Keputusan penutupan merujuk pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yaitu radius bahaya delapan kilometer dari puncak, serta sektoral 20 kilometer ke arah selatan–tenggara.

Penjadwalan Ulang Tiket Pendakian

Pendaki yang telah membeli tiket melalui laman resmi bromotenggersemeru.id dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule). Mekanisme teknisnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Mekanisme reschedule akan disampaikan pada kesempatan berikutnya,” ujar Rudijanta.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pendaki dan warga sekitar, agar mematuhi zona bahaya yang ditetapkan PVMBG demi keselamatan.

Situasi Terkini

Hingga Rabu malam, tim TNBTS bersama PPGST terus memantau perkembangan aktivitas Semeru sembari mempersiapkan skenario evakuasi apabila diperlukan. Pendaki di Ranu Kumbolo diminta tetap tenang, menjaga komunikasi, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Proses evakuasi akan dilakukan segera setelah kondisi dipastikan aman oleh pihak berwenang.

 

Redaksi.

Example 120x600