Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita

Warga Cimangenteung Terganggu Adanya Kandang Ayam dan Tidak Pernah Menerima Kompensasi

×

Warga Cimangenteung Terganggu Adanya Kandang Ayam dan Tidak Pernah Menerima Kompensasi

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM – Warga masyarakat Kampung Bahbul RT 17 RW 05 Desa Cimangenteung Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten merasa resah dan terganggu adanya kandang ayam milik perusahaan yang terlalu dekat dengan pemukiman warga, Akibatnya timbul banyak lalat yang menjadi sumber penyakit.

Tim awak media mendapatkan laporan dari warga setempat, dan langsung mendatangi lokasi kandang ayam, saat di sambangi pihak perusahaan sangat tertutup dan tidak mau menemui tim dari awak media Jurnal KUHP, Ormas Grib Jaya, dan LSM PKPB Banten.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Kemudian tim bergerak menuju Kediaman Kepala Desa Cimangenteung dan melaporkan kejadian yang dialami warga.

Pandi (45) warga kampung Bahbul yang ikut bersama tim menyampaikan keluhannya kepada kepala Desa, Jum’at 24/01/2025. Pandi sering menerima keluhan warga namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena pihak perusahaan sulit ditemui dan selalu menghindar.

” Kami terganggu dengan lalat yang banyak apalagi saat kami makan.” Ucapnya.

Selain itu warga setempat yang bekerja di kandang ayam hanya sedikit mayoritas yang bekerja dari luar daerah. ” Warga kampung Bahbul yang bekerja hanya ada 3 orang selebihnya dari Medan (Pulau Sumatera) semua.” Tutur Pandi.

Selain itu warga tidak menerima kompensasi dari adanya peternakan ayam padahal warga setempat sangat terganggu.

” Kami tidak pernah dikasih apa apa apalagi ayam, jangankan di kasih mau beli saja susah.” Ucap warga lainnya.

“Kami tidak melarang adanya perusahaan/ peternakan ayam di kampung kami tapi perhatikan warga sekitar.” Ucap Tokoh Setempat.

Adanya peternakan ayam di Kampung Bahbul sangat meresahkan masyarakat karena banyaknya lalat sebagai pemicu sumber penyakit, selain itu tenaga kerja dari warga setempat hanya tiga orang saja selebihnya pekerja dari Medan Sumatra. Selain itu tidak ada kompensasi yang diterima oleh warga. Keluhan tersebut yang disampaikan oleh tim awak media dan ormas Grib Jaya serta LSM PKPB kepada kepala Desa Cimangenteung.

Uci, Kepala Desa Cimangenteung, baru mengetahui informasi adanya keluhan warga kampung Bahbul dengan adanya kandang ayam tersebut. Ia berjanji akan mendatangi pihak perusahaan dan menyampaikan keluhan Warganya.

” Saya baru tahu kalau warga saya terganggu dengan adanya kandang ayam dan secepatnya saya akan mendatangi pihak perusahaan kandang ayam,” ucap Sang Kades.

” Kalau pihak perusahaan mengabaikan keluhan warga ,saya tidak tanggung jawab lagi kalau warga bertindak sendiri. ” Tuturnya.

 

Reporter : Hendri Hermawan, Anang Sulistyo Editor : Ahmad Jajuli.

Example 120x600