Lebak, JURNALKUHP.COM — Jalan Kampung Sindang–Cikulur yang merupakan jalur alternatif sekaligus jalan poros desa penghubung Desa Cikulur dan Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, kini menjadi sorotan publik. Jalan desa sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut, terhitung dari perbatasan Desa Cikulur hingga Kampung Asem Tanjakan, Desa Muncang Kopong, dilaporkan mengalami kerusakan parah di sejumlah titik.
Kondisi memprihatinkan itu bahkan sempat viral di media sosial dan memicu kepedulian masyarakat untuk turun langsung melakukan perbaikan secara swadaya.
Pantauan JURNALKUHP.COM di lapangan, Minggu (1/2/2026), puluhan warga Kampung Cikulur RT 007/RW 002 dan Kampung Sindang tampak berduyun-duyun memperbaiki jalan dengan cara penyulaman. Warga menutup lubang-lubang jalan menggunakan batu, pasir, split, dan semen pada ruas jalan yang rusak parah sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Perbaikan tersebut murni dilakukan atas inisiatif dan swadaya masyarakat tanpa bantuan dari pemerintah desa maupun instansi terkait. Dana perbaikan dihimpun dari iuran warga berdasarkan hasil musyawarah bersama.
Warga menilai kondisi jalan tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain berlubang di banyak titik, saat musim hujan jalan kerap tergenang air sehingga licin dan rawan kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua. Bahkan, menurut warga, kecelakaan ringan hingga nyaris fatal kerap terjadi di jalur tersebut.
“Jalan ini sangat vital karena menghubungkan dua desa, yakni Desa Cikulur dan Desa Muncang Kopong. Namun sudah lama tidak pernah diperbaiki. Bahkan hampir satu periode kepemimpinan Kepala Desa Muncang Kopong yang sekarang menjabat, jalan ini belum tersentuh pembangunan,” ujar salah satu tokoh masyarakat RT 007/RW 002.
Sementara itu, Kepala Desa Muncang Kopong, Pepen, saat dikonfirmasi wartawan JURNALKUHP.COM menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah peduli terhadap kondisi infrastruktur desa.
“Untuk warga, aturnuhun parantos ngarawat jalan. Tanpa warga, desa bisa parem,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan dinas terkait terhadap kondisi infrastruktur desa.
“Untuk dinas, sudah waktunya memperhatikan jalan poros desa di Muncang Kopong. Hampir 75 persen jalan desa di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, dalam kondisi rusak,” pungkasnya.
Editor : Redaksi biro kb lebak























