CILEGON, JURNALKUHP.COM – Kepala SMPN 5 Kota Cilegon Dr M. Asolahuddin S.Pd.I.M.Pd menyampaikan pesan khusus dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah saat ditemui dalam wawancara bersama JURNAL KUHP di ruang kerjanya, Selasa (24/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan karakter, peningkatan keimanan, serta penguatan kedisiplinan siswa.
Dalam keterangannya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadhan langsung diisi dengan kegiatan pesantren kilat (sanlat) selama tiga hari. Program ini menjadi agenda rutin sekolah guna membekali siswa dengan pemahaman keagamaan yang komprehensif, khususnya terkait tata cara menjalankan ibadah puasa, memperbanyak amal ibadah, serta meningkatkan kualitas spiritual peserta didik.


“Di awal Ramadhan ini kami langsung melaksanakan pesantren kilat untuk membekali anak-anak agar memahami makna dan tujuan berpuasa, serta bagaimana menjalankannya dengan baik hingga selesai,” ujarnya.

Seluruh Siswa Terlibat Secara Bergiliran
Kegiatan pesantren kilat diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Mengingat jumlah siswa yang cukup banyak, pelaksanaan dilakukan secara bergiliran. Hari pertama diperuntukkan bagi kelas VII, hari kedua kelas VIII, dan hari ketiga kelas IX.

Sementara itu, bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan salat berjamaah, tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa di kelas. Hal ini dilakukan agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak pembelajaran secara optimal selama bulan Ramadhan.
Para guru dan tenaga kependidikan turut aktif mendampingi kegiatan tersebut, baik dalam penyampaian materi keagamaan maupun dalam pengawasan kegiatan ibadah.
Selain kegiatan sanlat, proses KBM selama bulan Ramadhan tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Kepala Sekolah menjelaskan bahwa pembelajaran direncanakan berjalan sekitar tiga minggu hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Setiap harinya, kegiatan belajar berlangsung hingga waktu salat Zuhur berjamaah. Setelah itu, siswa diperbolehkan pulang ke rumah.
Khusus bagi siswa kelas IX, sekolah juga telah menyiapkan agenda penting berupa persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Program ini menjadi fokus tambahan agar siswa tetap siap menghadapi ujian akhir dengan hasil maksimal.
“Kami tetap menyeimbangkan antara kegiatan keagamaan dan akademik. Terutama untuk kelas IX, persiapan menghadapi TKA tetap menjadi prioritas,” jelasnya.
Menurut Kepala Sekolah, pesantren kilat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya pembentukan karakter religius siswa. Ia berharap melalui pembinaan intensif di awal Ramadhan, para siswa mampu memanfaatkan bulan suci dengan kegiatan yang positif, baik di sekolah maupun di rumah.
Ia juga mengajak siswa untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga sikap dan perilaku selama bulan Ramadhan.
“Harapan kami, anak-anak memahami bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Semoga khususnya kelas IX dapat lulus dengan nilai terbaik,” tutupnya.
Wawancara ditutup dengan doa dan harapan agar bulan suci Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar SMPN 5 Kota Cilegon serta masyarakat Kota Cilegon pada umumnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi






















