CILEGON, JURNALKUHP.COM – Industri baja nasional berada di ambang kehancuran! PT Krakatau Steel (KS), yang seharusnya menjadi kebanggaan bangsa, kini terjerumus dalam skandal korupsi yang mengakar hingga ke inti perusahaan. Dalam wawancara eksklusif dengan James, Ketua AMP PT Krakatau Steel sekaligus pengamat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), terungkap berbagai praktik kotor yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kamis, (25/03/2025).
Dugaan Pembohongan terhadap Pemerintah
Berdasarkan informasi yang diperoleh, PT Krakatau Steel Group diduga telah melakukan pembohongan terhadap pemerintah sejak kepemimpinan Fazwar Bujang hingga Akbar Johan. Beberapa bentuk manipulasi yang terjadi meliputi:
– Manipulasi laporan keuangan, seolah-olah mengalami kerugian internal tetapi dilaporkan untung secara publik.
– Manipulasi hasil investasi, termasuk laporan keuangan internal dan investasi asing.
– Manipulasi perencanaan pembangunan, menyebabkan banyak pabrik mangkrak.
– Manipulasi pengadaan barang dan jasa, termasuk penggunaan suku cadang palsu dan mark-up harga material.
– Manipulasi jasa tolling, menghasilkan billet yang tidak sesuai spesifikasi PT KS.
– Manipulasi penjualan besi scrap, dimonopoli oleh perusahaan tertentu untuk keuntungan direksi dan komisaris.
– Pencucian uang, melalui anak dan cucu perusahaan PT KS.
– Utang membengkak, mencapai puluhan triliun rupiah, melebihi nilai aset PT KS.
– Kurangnya transparansi dana pensiun karyawan dan dana Balpelkes, di bawah pengawasan direksi PT KS.
Krakatau Steel dalam Kondisi Kritis
Menurut James, PT Krakatau Steel sudah berada di tahap “stadium 5”, hampir tidak bisa diselamatkan lagi.
“Krakatau Steel bukan hanya sakit, tapi sudah sekarat. Kalau tidak segera diobati, perusahaan ini akan benar-benar mati!” – James
Penyebab utama kehancuran ini adalah korupsi besar-besaran, penyalahgunaan wewenang, dan perampokan aset negara yang dilakukan secara terstruktur dan masif.

Mafia Baja dan Pencucian Uang di Anak Perusahaan KS
Dugaan kuat bahwa anak dan cucu perusahaan Krakatau Steel digunakan sebagai alat pencucian uang semakin mencuat. Beberapa perusahaan yang disorot dalam dugaan ini antara lain:
– Krakatau Posco
– Osaka Steel
– KNES
– Krakatau Tirta
– Krakatau Daya Listrik (KDL)
James mempertanyakan aliran dana investasi asing selama ini.
“Saham Krakatau Posco 50% dimiliki Krakatau Steel. Seharusnya KS mendapat dividen. Tapi kenapa justru KS berutang kepada Krakatau Posco? Ini tidak masuk akal!”
Utang Puluhan Triliun, Ke Mana Uangnya?
Saat ini, Krakatau Steel memiliki utang puluhan triliun rupiah, lebih besar dari asetnya.
“Kalau perusahaan normal, modal kerja dari bank bisa membuatnya berkembang. Tapi di KS, utang makin besar, perusahaan malah bangkrut! Ini jelas ada permainan kotor.”
Pemerintah didesak untuk segera bertindak menghentikan pembantaian finansial terhadap aset negara ini.
Korupsi Miliaran Rupiah Per Hari
Dugaan kerugian negara akibat Krakatau Steel mencapai Rp200 miliar per hari atau Rp6 triliun per bulan.
“Rp200 miliar per hari lenyap begitu saja! Ini bukan sekadar kelalaian, tapi sistem yang sengaja dibentuk untuk merampok uang negara secara legal!”
Pelaku Utama: Mantan Direksi dan Komisaris Krakatau Steel
James menegaskan bahwa para pelaku utama korupsi adalah mantan direksi dan komisaris yang tetap berpengaruh dalam perusahaan.
Salah satu nama besar yang terbukti bersalah adalah Pasopati Bujang, mantan Direktur Utama Krakatau Steel, yang telah dipenjara selama 10 tahun karena kasus korupsi. Namun, James mengungkapkan bahwa masih banyak mantan dan bahkan direksi aktif yang belum tersentuh hukum.
“Pasopati Bujang hanyalah bagian kecil dari gunung es. Masih banyak direksi yang belum tersentuh hukum! Mereka harus diperiksa dan ditangkap segera!”

Aparat Hukum Takut Sentuh Krakatau Steel?
James menyoroti bahwa hingga saat ini, tidak ada aparat penegak hukum (APH) yang berani memeriksa Krakatau Steel.
“Seluruh Provinsi Banten, tidak ada yang berani menyentuh Krakatau Steel! Kami sudah beberapa kali melaporkan kasus ini, tapi tak ada tindakan!”
Laporan dugaan korupsi ke Polda Banten berujung pada kebuntuan.
“Kami sudah bekerja sama dengan APH di Banten untuk menangkap para pelaku. Tapi mereka masih bebas berkeliaran dan tetap berkuasa!”
Maman Hilman, Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Kota Cilegon, menegaskan bahwa kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa langkah hukum yang serius.
“Kami sudah beberapa kali melaporkan dugaan penjualan aset Krakatau Steel ke KPK dan Kejaksaan Agung, tapi kasus-kasus ini seolah tak tersentuh hukum.”
Hilman menekankan bahwa akar permasalahan Krakatau Steel terletak pada anak dan cucu perusahaan yang diduga hanya menjadi sarana memperkaya oknum tertentu.
“Logikanya, Krakatau Steel adalah pabrik baja besar. Mengapa harus menjual produknya melalui anak perusahaan yang kemudian mengambil keuntungan lagi? Ini jelas skema yang dirancang untuk mengambil keuntungan pribadi melalui fee atau komisi yang tidak wajar.”

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa anak dan cucu perusahaan Krakatau Steel menjadi beban keuangan yang besar serta potensi sumber pencucian uang.
“Untuk menyelamatkan Krakatau Steel, pemerintah harus turun tangan. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Jika terbukti merugikan negara, anak dan cucu perusahaan ini harus dibubarkan.”
Hilman berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.
“Ini momentum bagi pemerintahan baru untuk menunjukkan keseriusan dalam membenahi industri strategis nasional. Jangan biarkan Krakatau Steel menjadi ladang korupsi yang merusak ekonomi negara.”

Kesimpulan: Krakatau Steel Harus Diselamatkan!
Sebagai aset strategis nasional, Krakatau Steel seharusnya menjadi kebanggaan bangsa. Namun, dengan lingkaran korupsi yang besar, utang yang membengkak, serta mafia baja yang tak tersentuh hukum, perusahaan ini semakin hancur.
James menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil tindakan hukum dengan:
– Melakukan audit menyeluruh terhadap PT KS Group.
– Mengganti seluruh jajaran direksi dan komisaris yang terlibat korupsi.
– Menindak tegas pelaku penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri.
“Krakatau Steel adalah aset strategis bangsa yang harus dipertahankan! Jika ingin menyelamatkannya, kita harus berani membongkar mafia baja yang telah merusak perusahaan ini selama puluhan tahun!,” Tutup James.
@jurnalkuhp.com Skandal Besar PT Krakatau Steel: Korupsi, Pencucian Uang, dan Mafia Baja yang Tak Tersentuh Hukum Industri baja nasional berada di ambang kehancuran! PT Krakatau Steel (KS), yang seharusnya menjadi kebanggaan bangsa, kini terjerumus dalam skandal korupsi yang mengakar hingga ke inti perusahaan. Dalam wawancara eksklusif dengan James, Ketua AMP PT Krakatau Steel sekaligus pengamat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), terungkap berbagai praktik kotor yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kamis, (25/03/2025). Selengkapnya: https://jurnalkuhp.com/skandal-besar-pt-krakatau-steel-korupsi-pencucian-uang-dan-mafia-baja-yang-tak-tersentuh-hukum/
Apakah pemerintah akan diam saja melihat Krakatau Steel semakin hancur? Atau akhirnya ada tindakan tegas untuk menyelamatkan industri baja nasional ini? Kita tunggu jawabannya!
Sumber: Wawancara Eksklusif Pimpinan Redaksi JURNALKUHP.COM dengan Narasumber Tokoh Pemerhati PT Krakatau Steel (James) & Ketua LKPK Kota Cilegon (Maman Hilman).
Editor: REDAKSI JURNALKUHP.COM























