Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BanjirBeritaPendidikan

Sekolah Terendam, Dindikbud Cilegon Pasang Badan Hadapi Banjir SDN Masigit 1

×

Sekolah Terendam, Dindikbud Cilegon Pasang Badan Hadapi Banjir SDN Masigit 1

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Cilegon merespons kejadian banjir yang merendam SD Negeri Masigit 1 dengan memastikan langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, guna menjamin keamanan lingkungan sekolah serta kelangsungan proses belajar mengajar.

Kepala Disdikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari satuan pendidikan terkait genangan air yang mengganggu aktivitas pembelajaran. Disdikbud menegaskan, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi darurat.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Disdikbud secara kelembagaan akan menjalankan fungsi sesuai kewenangan, terutama memastikan proses pendidikan tetap berjalan dan lingkungan sekolah kembali layak digunakan,” ujarnya.

Terkait penanganan banjir, Disdikbud menyatakan telah dan akan terus melakukan koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk dengan BPBD, Dinas PUPR, serta pihak kelurahan dan kecamatan, mengingat persoalan banjir merupakan isu infrastruktur dan lingkungan yang membutuhkan pendekatan terpadu.

Selain itu, Disdikbud juga melakukan pendataan dampak terhadap sarana dan prasarana sekolah sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan, baik dalam bentuk pemeliharaan, rehabilitasi, maupun usulan penanganan jangka menengah dan panjang melalui mekanisme perencanaan daerah.

Menanggapi perhatian DPRD Kota Cilegon atas kejadian tersebut, Disdikbud memandang hal itu sebagai bagian dari fungsi pengawasan yang konstruktif. Sinergi antara eksekutif dan legislatif dinilai penting agar solusi yang diambil tidak bersifat sementara, tetapi mampu menjawab persoalan banjir secara lebih menyeluruh.

Disdikbud juga memastikan pihak sekolah tetap difasilitasi dalam pengaturan teknis pembelajaran, termasuk penyesuaian jadwal apabila diperlukan, sembari menunggu kondisi lingkungan sekolah benar-benar aman dan kondusif.

“Pendidikan tidak boleh berhenti, namun keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Oleh karena itu, semua langkah akan ditempuh secara terukur dan sesuai prosedur,” pungkasnya.

Redaksi.

Example 120x600