Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Laporan Warga

Rencana Pembangunan Gagal, Warga Ciparanje–Nagreg Iuran Perbaiki Jalan Rusak

×

Rencana Pembangunan Gagal, Warga Ciparanje–Nagreg Iuran Perbaiki Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak, JURNALKUHP.COM – Warga Kampung Nagreg, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, menunjukkan semangat gotong royong dengan melakukan pengecoran dan pengurugan jalan desa secara swadaya.(Minggu/1/3/2026)

Perbaikan jalan tersebut dilakukan menggunakan dana hasil iuran warga setempat. Langkah ini diambil karena kondisi jalan sebelumnya rusak dan sudah lama tidak mendapatkan perbaikan, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama saat musim hujan.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Menurut salah satu warga, kami iuran karena kami ingin punya jalan yang bagus, karena jalan ini sudah lama tidak pernah ada perbaikan,” ujarnya.

Proses pengerjaan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pengurugan menggunakan material tanah dan batu hingga pengecoran agar jalan lebih kokoh dan tahan lama. Kebersamaan warga terlihat jelas dalam setiap tahapan pekerjaan.

Dengan adanya perbaikan ini, masyarakat berharap akses transportasi menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman. Selain itu, diharapkan pula adanya perhatian dari pemerintah agar pembangunan infrastruktur desa dapat terus ditingkatkan secara merata.

Sementara itu, Carik Desa Cigoong Utara saat dikonfirmasi wartawan jurnalkuhp.com mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait iuran warga tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan pembangunan Jalan Ciparanje–Nagreg sepanjang kurang lebih 1.000 meter pada tahun 2026.

“Untuk iuran saya tidak tahu. Namun untuk jalan, di tahun 2026 rencana kita mau fokuskan pembangunan ke Jalan Ciparanje–Nagreg. Cuma gagal karena ada pengurangan anggaran. Anggaran Dana Desa tahun 2026 hanya di angka Rp373.456.000,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan tersebut sebelumnya telah dibahas bersama BPD serta RT/RW dalam rapat penyusunan APBDes Tahun Anggaran 2026. Namun, akibat pengurangan anggaran dari pemerintah pusat, program tersebut tidak dapat direalisasikan.

“Biasanya anggaran yang kita dapat di angka sekitar Rp1 miliar, namun di tahun 2026 hanya Rp373.456.000, sehingga rencana pembangunan jalan tersebut belum bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Pemerintah desa berharap ke depan anggaran dapat kembali normal sehingga pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat, dapat terealisasi sesuai rencana.

Masyarakat pun berharap pihak-pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Warga menegaskan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas wacana atau janji semata, melainkan benar-benar direalisasikan demi kepentingan bersama. Mereka juga meminta adanya kepastian waktu dan komitmen nyata agar akses jalan desa dapat mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat secara optimal.

 

Editor : Redaksi biro kb lebak

Example 120x600