Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Arus MudikBeritaDinas KesehatanKesehatanLiburanWisata

Pos Kesehatan Mudik di Ciwandan Siaga 24 Jam, Tangani Pemudik Sakit hingga Korban Laka Ringan

×

Pos Kesehatan Mudik di Ciwandan Siaga 24 Jam, Tangani Pemudik Sakit hingga Korban Laka Ringan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Pos Kesehatan Mudik yang didirikan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di wilayah Ciwandan, Kota Cilegon, terus memberikan pelayanan kepada para pemudik selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Bidan dari Puskesmas Ciwandan, Desi, menjelaskan bahwa keberadaan pos kesehatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan para pemudik, khususnya di jalur padat lalu lintas.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Kalau kegiatan ini memang rutin setiap tahun dari Dinas Kesehatan. Kita memantau arus lalu lintas mudik, mengantisipasi jika ada pemudik yang sakit, kelelahan, atau mengalami kecelakaan lalu lintas bisa datang ke posko untuk pemeriksaan,” ujar Desi saat diwawancarai, Rabu (25/03/2026).

Ia menuturkan, layanan yang diberikan di pos kesehatan bersifat penanganan awal atau dasar. Keluhan yang ditangani umumnya berupa sakit ringan seperti pusing, mual, batuk, demam, hingga luka ringan akibat kecelakaan.

“Kalau luka ringan kita tangani di sini, dibersihkan dan diberikan obat. Tapi kalau luka serius, pasti kita rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,” jelasnya.

Pos kesehatan ini juga menyediakan obat-obatan dasar serta penanganan awal bagi pasien dengan kondisi tertentu. Namun untuk tindakan lanjutan seperti pemasangan infus, pasien akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Operasional pos kesehatan berlangsung sejak 15 Maret hingga 29 Maret 2026, dengan sistem tiga shift setiap harinya, yakni pagi, siang, dan malam. Dalam satu shift, terdapat tiga petugas yang terdiri dari dokter, perawat atau bidan, serta sopir ambulans.

Pelayanan dilakukan secara bergiliran oleh tiga puskesmas, yaitu Puskesmas Ciwandan, Puskesmas Citangkil 1, dan Puskesmas Citangkil 2.

“Setiap hari puskesmas yang bertugas berbeda. Misalnya hari ini dari Ciwandan, besok Citangkil 1, lalu Citangkil 2,” tambah Desi.

Sementara itu, Dokter Febi yang turut bertugas di pos kesehatan mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien yang ditangani merupakan korban kecelakaan lalu lintas dengan luka ringan.

“Kebanyakan kasus laka lantas ringan, seperti luka lecet. Kita bersihkan lukanya dan beri obat anti nyeri. Biasanya mereka tetap ingin melanjutkan perjalanan karena mengejar waktu,” kata Febi.

Selain itu, ia juga menemukan kasus pemudik yang mengalami dehidrasi akibat kelelahan selama perjalanan, terutama bagi pengendara motor yang menempuh jarak jauh saat berpuasa.

“Pernah juga ada yang dehidrasi, mungkin karena perjalanan jauh dan puasa. Kita sarankan istirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Dalam satu shift, jumlah pasien bervariasi. Pada hari ini, tercatat dua pasien di shift pertama, yakni seorang anggota kepolisian berusia 44 tahun yang mengalami hipertensi dan seorang anggota Satpol PP berusia 38 tahun dengan keluhan mual dan batuk.

Sopir ambulans, Arif, menambahkan bahwa selama dua hari bertugas, belum ada pasien yang harus dirujuk menggunakan ambulans.

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada yang dirujuk. Masih bisa ditangani di pos kesehatan,” ungkapnya.

Dengan keberadaan pos kesehatan ini, diharapkan para pemudik dapat merasa lebih aman dan terbantu apabila mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri dan beristirahat jika merasa lelah demi keselamatan bersama. (Zain/red).

Example 120x600