CILEGON , JURNALKUHP – Pagi yang sibuk tak menyurutkan semangat Camat dalam menjalankan tugasnya. Usai memimpin apel pagi dan berdiskusi bersama staf kecamatan pada (22/04/25),Camat melanjutkan kegiatannya dengan menyapa para calon jemaah haji yang sedang mengikuti manasik, lalu menghadiri kegiatan bersama ibu-ibu posyandu di Bagendung. Semua tamu yang datang, termasuk para ibu, tampak rapi dan harum, dengan tangan yang bersih dan halus.
Namun, suasana berubah saat Camat menghampiri para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sedang merapikan lingkungan di sekitar Kedung Kemiri. Dengan rendah hati, para petugas menolak bersalaman karena merasa tangan mereka kotor dan bau.
Menanggapi hal itu, Camat justru menyampaikan pesan yang menyentuh hati. “Tidak apa-apa, itu bukan kotor—itu tanah , Kita semua berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Banyak di antara kita lupa akan hal itu Kata pak camat Maman Herman, SE,MM , Maka kalian beruntung, karena setiap hari bersentuhan dengan debu dan tanah, agar selalu ingat bahwa kita akan kembali ke asal kita,” ujarnya
Pesan tersebut bukan hanya menjadi pengingat, tetapi juga dorongan moral bagi para petugas kebersihan agar tetap bangga dengan profesinya. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, yang sering kali tidak mendapatkan apresiasi yang layak pak camat menerangkan dengan nada ramah.
Melalui pendekatan yang hangat dan penuh empati ini, Camat Cilegon menunjukkan bahwa setiap profesi memiliki kehormatan, dan tidak ada pekerjaan yang lebih rendah dari yang lain. Semua berperan penting dalam membangun dan merawat lingkungan bersama.
Reporter : Bagus ramadhan
Redaksi : Jurnal kuhp kota cilegon





















