Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaKesehatan

Misteri Strip Warna Pasta Gigi: Kebenaran atau Cocoklogi?

×

Misteri Strip Warna Pasta Gigi: Kebenaran atau Cocoklogi?

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


JAKARTA, JURNALKUHP.COM — Seorang pria dengan gaya rambut cepak di sisi dan bertato di lengan kanan tampak berbicara penuh semangat di depan mikrofon. Rekaman bergaya podcast itu menyebar luas di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Judulnya lugas: “Misteri di Balik Pasta Gigi”. Kalimat pembukanya tak kalah dramatis: “Kamu pernah dengar teori pasta gigi?”

Pria itu lalu menjelaskan secara runut—meski tak didukung referensi ilmiah—tentang arti warna strip di bawah kemasan pasta gigi. Menurut dia, warna hitam berarti semua menggunakan bahan kimia, biru untuk beberap berbahan kimia, dan sebagian berbahan kimia, sedangkan hijau semuanya alami… “berbahan kimia,” katanya, sambil tertawa kecil. Tak jelas apakah ia serius atau hanya main-main.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Video itu dibagikan ulang oleh akun Instagram @endraya_noer dengan keterangan: “Semoga bermanfaat. Silakan mau pilih warna yang mana.” Tagar pun meramaikan: #semuaorang #viral #edukasi #informasi.

Namun, seperti kebanyakan teori viral di media sosial, tak sedikit netizen yang menanggapinya dengan sinis.

Aku pernah lihat di konten siapa gitu ya, intinya itu enggak ada hubungannya. Cuma cocoklogi,” tulis akun @ilham.tig29, yang sepertinya lebih waras dalam menyikapi tren visual penuh asumsi.

Komentar lain lebih jenaka: “Dari awal pembicaraan hype sendiri, kata-katanya diulang-ulang. Wkwkwk agak lawak videonya.”

Strip berwarna pada ujung kemasan pasta gigi bukan barang baru dalam dunia cocoklogi. Teori ini sudah beredar sejak awal era WhatsApp Group: warna hijau diklaim menunjukkan herbal, biru untuk campuran medis, merah untuk unsur kimia, dan hitam… disebut-sebut paling “berbahaya”.

Padahal kenyataannya jauh dari itu. Strip warna di bagian bawah kemasan—yang disebut eye mark—hanya digunakan sebagai penanda mesin pemotong dalam proses produksi industri. Warnanya ditentukan oleh teknis percetakan, bukan kandungan bahan. Tidak ada korelasi ilmiah antara warna strip dan isi pasta gigi.

BPOM maupun sejumlah produsen pasta gigi telah berulang kali membantah mitos ini. Namun seperti halnya teori bumi datar atau konspirasi vaksin, narasi yang dramatis dan penuh sugesti sering kali lebih menggoda ketimbang penjelasan berbasis data.

Fenomena ini menggarisbawahi satu hal: narasi spekulatif masih mudah menjangkau publik, apalagi jika dikemas secara ngobrol santai ala podcast, dengan nada serius tapi dibumbui tawa. Apakah ini bentuk edukasi? Satir? Atau sekadar konten yang dibuat supaya viral?

 

Yang jelas, publik tak bisa terus-menerus mengandalkan “kebetulan warna” sebagai sumber informasi. Dalam dunia yang dibanjiri data dan hoaks, literasi konsumen adalah benteng terakhir agar tak tersesat dalam imajinasi kemasan.

“Semoga bermanfaat,” tulis pengunggah video. Namun tampaknya manfaat sejati ada di tangan penonton yang cukup kritis untuk menyaring kebenaran dari kelakar layar.


Editor: Redaksi 
Sumber video: @endraya_noer

 

Example 120x600