BANTEN, JURNALKUHP.COM — Ketua Umum Banten Antisipator Lingkungan Hidup Indonesia (BALHI), Heri A. Syukri, melontarkan pernyataan keras dan tanpa kompromi terkait maraknya aktivitas tambang ilegal, pencemaran industri, serta lemahnya pengawasan lingkungan di Provinsi Banten. Dalam wawancara khusus bersama Redaksi Jurnal KUHP pada Sabtu (15/11/2025), Heri menyebut kondisi lingkungan di Banten sudah masuk fase krisis ekologis akut yang “tidak mungkin terjadi tanpa adanya permainan kotor dan pembiaran sistematis”.
“Cukup sudah! Jangan lagi rakyat Banten dijadikan tumbal oleh oknum-oknum yang merasa kebal hukum. Ini bukan sekadar pencemaran, tapi pembunuhan perlahan terhadap ekosistem dan masyarakat,” tegas Heri lantang.
Heri tanpa ragu menyatakan banyak kasus pencemaran dan perusakan lingkungan berjalan mulus karena lemahnya pengawasan dan diduga ada unsur pembiaran oleh aparatur tertentu.
“Kalau pemerintah benar-benar bekerja, kerusakan sebesar ini tak akan terjadi. Fakta di lapangan menunjukkan aparat pengawas tidak mampu atau tidak mau bergerak. Pilih mana?” sindirnya tajam.
Ia menegaskan bahwa laporan masyarakat terkait:
- limbah berbahaya yang dibuang sembarangan,
- cerobong industri yang mengeluarkan bau menyengat,
- perubahan warna sungai akibat pembuangan kimia,
- hingga proyek tambang dan perumahan tanpa AMDAL,
— sebagian besar berhenti di meja administrasi tanpa ada tindakan nyata.
“Laporan rakyat itu bukan untuk dikoleksi. Itu untuk ditindak. Jangan pura-pura buta!” tegasnya.

Heri mengungkapkan bahwa BALHI telah menghimpun dokumentasi lengkap di sejumlah titik rawan pencemaran dan perusakan lingkungan yang selama ini tidak pernah tersentuh tindakan tegas.
“Kalau pemerintah tidak berani mengambil sikap, kami yang akan turun. Kami punya semua data, foto, dokumen, dan catatan pelanggaran. Dan kami siap buka semuanya!” ancamnya.
Ia menegaskan bahwa BALHI siap menyampaikan seluruh bukti tersebut ke publik, NGO nasional, hingga aparat penegakan hukum.
Heri mengirim sinyal tegas kepada perusahaan-perusahaan besar yang dianggap masih bermain-main dengan aturan lingkungan.
“Jangan kira kalian tidak terlihat. Jangan merasa aman hanya karena punya kekuatan. BALHI mengawasi, masyarakat mengawasi, dan hukum selalu mengintai. Hentikan semua aktivitas merusak sebelum semuanya terbongkar!” serunya.
Dalam pernyataan penutupnya, Heri kembali menegaskan bahwa kondisi lingkungan di Banten berada di titik genting.
“Banten sedang sakit. Kalau tidak ada yang peduli, generasi masa depan yang akan menanggung azabnya. BALHI tidak akan mundur satu langkah pun. Ini perang melawan para perusak lingkungan!”
Pernyataan keras Heri A. Syukri sontak memantik perhatian publik dan menjadi tekanan kuat bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta industri terkait untuk segera melakukan langkah konkret, transparan, dan tanpa kompromi dalam penanganan kasus pencemaran dan pelanggaran lingkungan di Banten.
Redaksi.























